Mengaku Petugas PLN, Oknum Warga di Manggarai Kumpulkan KTP Warga dan Janji Pasang Listrik

Mengaku Petugas PLN, Oknum Warga di Manggarai Kumpulkan KTP Warga dan Janji Pasang Listrik

Mengaku Petugas PLN, Oknum Warga di Manggarai Kumpulkan KTP Warga dan Janji Pasang Listrik
POS-KUPANG.COM/DOK PLN
Truk pengangkut tiang listrik sedang menurunkan tiang di Kecamatan Poco Ranaka, Matim.

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Belakangan ini ada segelintir oknum warga di Manggarai yang membawa nama PLN lalu meminta warga mengumpulkan KTP agar bisa dipasang listrik.

Perbuatan oknum tersebut sangat meresahkan.  Pasalnya, warga ramai-ramai mengumpulkan KTP dengan harapan rumah mereka dipasang listrik.

Rumor dan informasi tersebut pun telah sampaikan ke telinga manajamen PLN yang menegaskan, tindakan tersebut sungguh merugikan PLN dan masyarakat.

Sandiaga Uno Ingin Sejahterakan Rakyat NTT

Manajer Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan Flores, Simi Edward Lapabesi yang ditemui wartawan di Kantor Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan Flores, menegaskan, apa yang dilakukan oknum-oknum tidak benar.

Ia pun membantah keras tindakan tersebut bukan atas persetujuan PLN. Apa yang dilakukan sangat disayangkan oleh pihaknya.

Alumni 2002 SMAN 1 Kupang Giat Berbagi Kasih

"Apa yang dilakukan itu saya bantah dengan tegas. Apa yang dilakukan sungguh kita sayangkan. Yang urus listrik itu negara melalui PLN. Program listrik masuk desa itu program pemerintah. Jadi kalau ada yang bilang bisa urus listrik jangan percaya. PLN yang akan mengurus. Kami dari PLN sudah menyampaikan surat kepada Bupati Manggarai dan Manggarai Timur (Matim) soal program listrik tahun 2019. Di Manggarai ada 38 desa dan di Matim 79 desa. Jadi, surat kami itu kepada Bupati Manggarai dan Matim agar bisa membantu PLN mempercepat proses pemasangan jaringan ke desa-desa," tegas Simi.

Ia mengatakan, ada oknum yang datang ke kantornya guna meminta data tapi pihaknya tidak memberikan data soal listrik. Pasalnya, data desa yang mendapat listrik melalui program pemerintah sudah diberikan kepada pemerintah daerah.

"Kami sedang bekerja keras di lapangan. Kami harus pasti tahun ini listrik di Manggarai dan Matim bisa terpasang. Memang ada kendala soal jalan tapi kami tetap semangat. Kami ingin di Manggarai dan Matim warganya menikmati listrik," tegas Simi.

Ia mengatakan, pihaknya sudah meminta bantuan bupati, camat dan kades dan semua warga agar tidak melakukan penolakan kalau ada pohon dan tanaman di kebun yang ditebang karena pemasangan jaringan listrik.

"Perlu kami sampaikan jaringan listrik ke desa yang kami bangun tidak ada biaya ganti rugi," paparnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved