KPU TTS Hentikan Sementara Proses Perakitan Kotak Suara

KPU Kabupaten TTS terpaksa menghentikan sementara proses perakitan kotak suara akibat gudang yang tak representatif. Pasalnya

KPU TTS Hentikan Sementara Proses Perakitan Kotak Suara
POS KUPANG/ALFRED DAMA
Matheus Antonius Krivo

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten TTS terpaksa menghentikan sementara proses perakitan kotak suara akibat gudang yang tak representatif. Pasalnya, gudang yang saat ini digunakan tak mampu menampung 7000 kotak suara untuk pemilu serentak 17 April mendatang.

Saat ini, gudang yang digunakan KPU Kabupaten TTS sebagai tempat penyimpanan kotak suara sudah penuh, padahal baru terisi 1.356 kotak suara yang sudah dirakit. Oleh sebab itu, KPU Kabupaten TTS melakukan koordinasi dengan Pemda TTS guna menyewa Gor sebagai tempat penyimpanan kotak suara.

Ketua KPU Kabupaten TTS, Matheus Antonius Krivo mengatakan, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Pemda TTS terkait sewa Gor.

Perekaman KTP e di Mako Brimob - Ribuan Warga Kota Kupang Sudah Mendaftar

BREAKING NEWS: Polsek Lembor Tangkap Dua Pelaku Judi Kupon Putih Bersama Barang Bukti

Matheus mengaku, pihaknya kesulitan mencari gudang di dalam kota Soe yang mampu menampung 7000 kotak suara. Satu-satunya tempat yang repsentatif dan mampu menampung seluruh kotak suara hanyalah gor.

" Kita sudah melakukan perakitan kotak suara selama dua hari dengan mengerahkan 13 orang. Dua hari bekerja, sudah 1.356 kotak suara yang terakit, namun gudang sudah penuh sehingga kita hentikan sementara.

Kita berharap, Pemda TTS bisa mendukung kita dengan bersedia menyewakan Gor untuk kita jadikan gudang sementara," pinta Matheus.

Dalam perakitan kotak suara selama dua hari tersebut lanjut Matheus, pihaknya menemukan enam kotak suara yang rusak dan tidak bisa dirakit. Selain itu, dari total logistik kotak suara yang tiba, KPU Kabupaten TTS masih kekurangan 130 kotak. Selain kotak suara, KPU Kabupaten TTS juga masih kekurangan bilik suara, tinta dan segel.

" Kita masih sementara melakukan pendataan logistik yang masih kurang guna kita koordinasikan dengan KPU RI agar segera dikirim logistik yang kurang. Kita targetkan, paling lambat akhir Maret seluruh logistik harus sudah siap," sebutnya.

Terkait logistik surat suara, dijelaskan Matheus, jika secara nasional surat suara memang belum dicetak. Hal ini disebabkan karena masih menunggu pleno DPTB II yang baru diplenokan pada tanggal 3 Maret mendatang.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat yang sudah masuk dalam DPT namun akan pindah keluar, agar segera mengambil format A5 di petugas PPS asal untuk diajukan ke PPS tujuan guna didata.

" Kita terus melakukan koordinasi dengan KPU RI terkait logistik termaksud surat suara. Memang hingga saat ini surat suaranya belum dicetak. Jika sudah tercetak, maka akan segera didistribusikan ke daerah-daerah," jelasnya. ( din)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved