Badan Keuangan Daerah Ngada Lakukan Uji Petik Pajak Restoran dan Hotel

tim dari Badan Keuangan Kabupaten Ngada melakukan kegiatan uji petik pembayaran pajak Hotel,Warung dan Restoran di wilayah Kabupaten Ngada.

Badan Keuangan Daerah Ngada Lakukan Uji Petik Pajak Restoran dan Hotel
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Badan Keuangan Daerah Ngada Lakukan Uji Petik Pajak Restoran dan Hotel

POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Ngada, Wilhelmus Bate, menjelaskan, tim dari Badan Keuangan Kabupaten Ngada melakukan kegiatan uji petik pembayaran pajak Hotel,Warung dan Restoran di wilayah Kabupaten Ngada.

Wilhelmus mengatakan petugas yang melakukan hubungan pajak setiap hari di beberapa warung dan restoran sekitar hotel di Kabupaten Ngada itu adalah dari Badan Keuangan Daerah yang sedang melakukan uji petik.

Wilhelmus menjelaskan sejak 7 Januari 2019 pihaknya melakukan uji petik dengan menurunkan 5 Tim untuk melakukan pemungutan pajak Hotel dan Restoran setiap hari guna melakukan penilaian terhadap pendapatan setiap hari yang mana Peraturan Daerah telah menetapkan 10 persen setiap bulan dari pendapatan wajib dibayar sebagai Pajak.

Kebijakan tersebut diambil hanya untuk beberapa waktu saja karena selama ini Pajak daerah yang juga merupakan kewajiban obyek pajak banyak yang membayar tidak sesuai dengan kenyataan.

"Ada warung ramai dikunjungi tetapi bayar Pajak sebulan Rp.50.000 berarti sebulan memperoleh pendapatan Rp.500.000.Kita lakukan penilaian langsung di lapangan dan ternyata ada peningkatan," ujarnya, Senin (25/2/2019).

Mahasiswa di Kupang Diduga Lakukan Aborsi

Laka Lantas di Mbay Pria Ini Tewas Ditempat

Ayah Cabul Anak Kandung di Malaka Sudah Tersangka

BREAKING NEWS: Tragis ! Usai Melahirkan, Pasangan Luar Nikah di Lasiana Kubur Bayinya

Ia juga mengatakan yang selama ini pembayaran Pajak Restoran, Warung Makan juga Hotel dipungut setelah obyek pajak mengisi kuisioner dan rata-rata menulis Pendapatan rendah sementara kenyataan lain dimana Warung Makan, Restoran juga Hotel ada yang jumlah kunjungan dan memanfaatkan layanan usaha mereka ramai.

Setelah dilakukan uji petik nanti pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap penetapan wajib pajak tersebut berdasarkan penilaian tim yang juga merupakan petugas pajak dari Dinas Keuangan Kabupaten Ngada.

Ia mengatakan pihaknya juga menjamin bahwa Pajak yang diberikan oleh obyek pajak tersebut pasti diberikan Tanda Bukti Pembayaran kepada Obyek Pajak sehingga walaupun tiap hari dipungut oleh petugas uang tetap masuk ke kas daerah.

Seluruh pemilik Warung, Restoran dan Hotel akan dikumpulkan guna mengevaluasi jumlah Pajak yang mereka wajib bayar ke Daerah dan dari penilaian sementara hampir memasuki dua bulan terdapat peningkatan pajak sebagai sumber pendapatan daerah dari Pajak Restoran dan Hotel tersebut meningkat lebih dari kali.

Sementara Kepala Bidang Evaluasi dan Pelaporan, Indrajaya Petor Sila, menjelaskan, pembayaran pajak Daerah tertuang dalam Peraturan Daerah No 10 Tahun 2011.

Listya Magdalena, Mahasiswi yang Ditusuk 17 Kali Hingga Paru-paru Bocor, Kini Jadi YouTuber Sukses

Bupati Tahun Ultimatum Kasat Satpol PP Segera Tarik Mobil Dinas DH 2 C, Jika Tak Ingin Dinon Jobkan

Live Streaming Girona vs Real Sociedad di Liga Spanyol, Selasa (26/2/2019) Jam 03.00 Dini Hari WIB

Ia mengatakan Bab 2 Pasal 2 tentang jenis pajak yang dimaksudkan dalam peraturan daerah ini adalah pajak hotel pajak restoran pajak hiburan ajak jalan-jalan dan pajak air tanah amanat dalam cerita tersebut tarif pajak ditetapkan 10%.

Ia mengatakan bahwa tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Ngada untuk PBB target Rp. 1.700.000.000, realisasi Rp. 1.664.606.417, Pajak Hotel dari target Rp.104.035.000,- realisasi Rp. 127.352.815 dan Pajak Restoran dari target Rp. 29.792.000,- realisasi Rp. 38.335.000.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved