14 Jam untuk Padamkan Api saat Kebakaran 34 Kapal di Muara Baru

pihaknya butuh waktu 14 jam untuk melakukan pemadaman. Kesulitan yang dialami dalam proses pemadaman adalah angin kencang, kapal berbahan kayu dan te

14 Jam untuk Padamkan Api saat Kebakaran 34 Kapal di Muara Baru
Kompas.com / Tatang Guritno
Kebakaran susulan menimpa beberapa kapal di pelabuhan Muara Baru, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/2/2019) malam. Kebakaran susulan itu, yang melanda 5 kapal, terjadi sekitar pukul 20.30. 

POS KUPANG.COM - Api melahap 34 unit kapal di Pelabuhan Muara Baru, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/2/2019) lalu.

Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadi Gunawan mengatakan, kebakaran terjadi mulai pukul 15.16 WIB.

Satriadi menambahkan, pihaknya butuh waktu 14 jam untuk melakukan pemadaman. Kesulitan yang dialami dalam proses pemadaman adalah angin kencang, kapal berbahan kayu dan terisi penuh oleh solar.

Baca juga: Kebakaran Kapal Muara Baru Ganggu Pelayaran, Syahbandar Tanjung Priok Keluarkan Notice to Mariners

Atlet Penerjun PON TNI AU Takjub Terjun di Kupang

Kebakaran pertama kali muncul dari kapal Artamina Jaya. Karena angin kencang dan jarak kapal berdekatan, api membesar dan melahap hingga 34 kapal.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Reynold Hutagalung mengungkapkan, kebakaran dipicu pekerjaan las pada fondasi Kapal Artamina Jaya.

" Diduga proses pengelasan alami konslet, sehingga muncul percikan api dan mengenai solar, sehingga memicu kebakaran," kata, Sabtu.

Dalam insiden itu Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi.

" Penyidik sudah memeriksa 12 saksi terdiri dari anak buah kapal (ABK), kapten kapal, pemilik kapal, ada juga regulator dari syahbandar. Nanti semuanya kami mintai keterangan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Pelabuhan Muara Baru, Minggu kemarin.

Dari puluhan kapal yang hangus, tiga diantaranya merupakan kapal ilegal.

"Ada tiga kapal yang diduga ilegal karena tidak terdata di sistem database perizinan KKP maupun Kementrian Perhubungan," kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Muhammad Zulficar Mochtar.

Saat ini penyelidikan masih berlangsung, Polda Metro Jaya juga melibatkan tim pusat laboratorium forensik (Puslabfor) dan Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) dalam melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tiga orang sempat di sempat dirawat Rumah Sakit Atmajaya karena mengalami sesak napas dalam peristiwa itu. Mereka kini sudah diperbolehkan pulang. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved