Di Nagekeo Warga Dilarang Bangun Rumah Dipinggir Kali

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, menegaskan bahwa warga tidak boleh bangun rumah dipinggir kali (sungai).

Di Nagekeo  Warga Dilarang Bangun Rumah Dipinggir Kali
Pos Kupang.com/Gordi Donafan
Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, menegaskan bahwa warga tidak boleh bangun rumah dipinggir kali (sungai).

Wabub Marianus melarang keras lantaran sangat berbahaya dan jika dibangun sangat menyalahi aturan.

"Jangan buat usaha disitu (dipinggir kali). Jangan bangun rumah dipinggir kali, ngarai dan kali. Kita larang keras supaya mereka tidak membangun rumah dipinggir kali. Ketika ada bencana atau abrasi warga menjadi korban. Kita tidak mengingikan itu," ujar Marianus, kepada wartawan di Mbay, Minggu (24/2/2019).

Ia menegaskan melarang karena akan berbahaya suatu saat nanti. Maka harus ikut aturan yang sudah ditetapkan.

Di Kabupaten Nagekeo, Rin Mogi Senang Ikut Rekam E-KTP

Anggota Satgas Pos Nananoe Beri Pelayanan Door to Door

Ia meminta warga agar taat aturan dan tidak boleh menganggap sepele hal tersebut.

Pemerintah tidak akan membuat warganya susah dan tidak menginginkan masyarakat menderita gara-gara hal sepele.

"Kalau diipinggir jalan dengan Garis Sepadan Bangunan (GSP). GSPnya harus jelas. Kita ikut aturan itu," tegas.

Jangan Rusak Hutan Bakau

Pada kesempatan yang sama, Wabup Marianus melarang keras untuk merusak hutan Bakau.

Ia mengatakan jika memelihara ikan diseputaran Bakau itu tidak apa-apa intinya jangan merusak anak atau tanaman Bakaunya. Karena Bakau sangat bermanfaat demi keberlangsungan ekosistem laut dan penahan abrasi.

"Jangan merusak hutan Bakau. Kalau orang memilihara ikan disekitarnya boleh. Tapi kita larang kalau merusak hutan Bakau," ujarnya.

Ia mengatakan aturan harus ditegakan. Jangan rusak bakau karena itu akan mengganggu ekosistem laut dan lingkungan.

"Kami tidak mengijinkan untuk melanggar aturan. Bakau jangan dipotong. Silakan pelihara ikan disekelilingnya. Bisa pelihara ikan. Pematang bisa dibuat dicela-cela. Sehingga bisa dirawat bakaunya," jelas Marianus. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved