Beras Membusuk di Gudang, Bulog Flores Timur Tunggu Tim Survei dari Jakarta

Saat ini, Bulog Sub Divre Larantuka, Kabupaten Flores Timur sedang menunggu tim survei dari Jakarta untuk melihat 300 ton beras bulog yang membusuk

Beras Membusuk di Gudang, Bulog Flores Timur Tunggu Tim Survei dari Jakarta
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
DI LEMBATA -- Kepala Sub Divre Bulog Larantuka, Kabupaten Flores Timur yang membawahi gudang bulog di Lembata, Pieter de Haan (kiri) bersama staf saat di Hotel Olympic Lewoleba, Sabtu (23/2/2019 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Saat ini, Bulog Sub Divre Larantuka, Kabupaten Flores Timur sedang menunggu tim survei dari Jakarta untuk melihat 300 ton beras bulog yang membusuk di Gudang Bulog Lewoleba, Kabupaten Lembata. Jika tim survei sudah turun, maka bisa diketahui kapan beras yang turun mutu itu dikeluarkan dari gudang tersebut.

Kepala Bulog Sub Divre Larantuka, Pieter de Haan, mengatakan hal tersebut ketika dikonfirmasi Pos Kupang.Com di Hotel Olympic Lewoleba, Sabtu (23/2/2019).

Ia berada di Lewoleba untuk mengecek keberadaan beras yang membusuk itu setelah disoroti Pos Kupang.Com, sehari sebelumnya.

Hindari Pencabulan Anak dibawah Umur, Orangtua Harus Ketat Awasi Anak

Pieter mengatakan, beras sebanyak 300 ton yang turun mutu dan kini tersimpan di gudang Bulog Lembata itu, merupakan beras pengadaan tahun 2017. Beras itu tak layak lagi dikonsumsi, sehingga pihaknya telah melarang untuk disalurkan kepada masyarakat.

Saat ini, lanjut dia, beras tersebut masih tersimpan di dalam gudang bulog, dekat Kantor Bupati Lembata di batas kota, Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan. Bila tim sudah turun, maka bisa diketahui kapan beras turun mutu tersebut dapat ditarik untuk dijadikan pakan ternak.

Dikatakannya, kasus beras turun mutu yang kini tersimpan di Gudang Bulog Lembata itu sudah dilaporkan ke atas beberapa waktu lalu. Namun sejak dilaporkan sampai dengan saat ini, belum ada tanggapan dari atas.

Beras turun mutu itu, lanjut dia, akan ditarik oleh bulog. Tapi pihaknya belum tahu kapan beras tersebut ditarik. Pihaknya hanya menunggu sampai tim itu turun ke gudang beras di Lembata dan melihat kondisi riil beras yang tersebut.

"Kami yang ada sub divre ini hanya menunggu saja kapan tim itu turun ke Lembata. Kalau tim itu turun, berarti kita sudah bisa tahu kapan beras itu dikeluarkan dari gudang. Tapi selama belum ada kabar tentang itu, ya kita hanya bisa tunggu," ujar Pieter.

Hindari Pencabulan Anak dibawah Umur, Orangtua Harus Ketat Awasi Anak

Menurut dia, kendati 300 ton beras turun mutu itu tersimpan di gudang bulog Lembata, namun hal itu tidak mengganggu setiap kali beras bulog tiba di Lembata. Pasalnya, bulog telah mengontrak gudang lain untuk menyimpan beras di Lembata. Itu belum termasuk beras yang baru dipasok disimpan bersama beras lain yang ada di gudang bulog, dekat kantor bupati itu.

Olehnya, lanjut Pieter, sampai dengan saat ini penyaluran beras bulog di daerah ini tidak terganggu sama sekali. "Penyaluran beras rastra untuk keluarga kurang mampu tetap lancar sampai dengan saat ini," ujar Pieter. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved