Benyamin Kecewa dengan Pelayanan Asuransi Bumi Putra Senilai Rp 35 Juta

Benyamin Nggedhi warga asal Desa Loboniki, kecamatan kota baru, Kabupaten Ende, mengaku kecewa dengan pelayanan Asuransi Bumi Putra

Benyamin Kecewa dengan Pelayanan Asuransi Bumi Putra Senilai Rp 35 Juta
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Benyamin Nggedhi 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Benyamin Nggedhi warga asal Desa Loboniki, kecamatan kota baru, Kabupaten Ende, mengaku kecewa dengan pelayanan Asuransi Jiwa Bersama ( AJB) Bumi Putra 1912. Pasalnya, hingga jatuh tempo pada 1 September 2018 Asuransi Bumi Putra tidak kunjung merealiasikan pembayaran polis kepadanya sebesar Rp 30 juta.

Kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (23/2/2019) Benyamin mengatakan bahwa menandatangani perjanjian dengan Asuransi Bumi Putra 1912 sejak 1 September 2003 dengan perjanjian selama 15 tahun dan pada 1 September 2018 jatuh tempo yang artinya pihak asuransi harus membayarkan polis kepadanya sebesar Rp 35 juta.

94 Siswa Diktukba Polri Perbatasan Dilepas, Ini Pesan Kepala SPN Polda NTT

Namun setelah jatuh tempo pihak Asuransi Bumi Putra 1912 tidak kunjung merealisaikan pembayaran kepadanya padahal sudah beberapa kali dirinya mengajukan klaim kepada pihak asuransi.

"Semestinya pada 1 September 2018 pihak Asuransi Bumi Putra sudah harus membayar kepada saya sebesar Rp 35 juta. Namun yang terjadi hingga bulan Februari pihak asuransi tidak kunjung membayar apa yang semestinya menjadi hak saya," kata Benyamin.

Sekda Donatus Bere Pimpin ASN Bersih Sampah di Besikama

Benyamin mengatakan bahwa dia merasa kecewa karena pihak asuransi tidak kunjung meraliasasikan janji-janji yang tidak saja mereka ucapkan pada saat menggarap dirinya untuk menjadi peserta asuransi. Namun didalam perjanjian tertulis antara dirinya dengan pihak asuransi.

Benyamin mengatakan bahwa uang yang dibayar pada saat dirinya menjadi peserta asuransi bukan karena dia berkelebihan namun hasil kerja keras dirinya dengan berjualan kelapa.

Menurut Benyamin sedianya uang dari asuransi akan dipergunakan untuk kebutuhan anak sekolah dan urusan di kampung. Namun hal itu tak kunjung terealisasi karena pihak asuransi tak kunjung membayar apa yang semesti menjadi haknya.

Benyamin mengatakan dia akan kembali mendekati pihak asuransi namun apabila dalam pendekatan pihak Asuransi Bumi Putra tak kunjung merealiasikan pembayaran kepadanya maka dia terpaksa menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus yang dia alami ke polisi.

"Menurut saya dalam kasus yang saya alami telah terjadi pelanggaran atau ingkar janji maka sudah sepatutnya kasus ini diselesaikan secara hukum," kata Benyamin.

Secara terpisah Kepala Asuransi Cabang Ende, Nixon Baitanu yang hendak dikonfirmasi terkait klaim asuransi milik Benyamin Nggedhi tidak bersedia memberikan keterangan dengan alasan sedang tensi tinggi.

"Bapak belum bisa bertemu karena sementara tensi tinggi," kata penerima tamu di Kantor Asuransi Bumi Putra Cabang Ende kepada POS-KUPANG.COM.

Padahal saat itu POS-KUPANG.COM dua kali berusaha menemui Kepala Cabang, Nixon Baitanu namun gagal dengan alasan yang pertama masih ada tamu, sedangkan kali yang kedua dengan alasan kesehatan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved