Sambut Pasola, Bupati Sumbar Instruksikan Masyarakat Sumbar Berpakaian Adat

Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole instruksikan masyarakat dan ASN Sumba Barat kenakan pakaian adat jelang Pasola.

Sambut Pasola, Bupati Sumbar Instruksikan Masyarakat Sumbar Berpakaian Adat
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Bupati Sumba Barat dan Isteri dalam balutan pakaian adat Sumba Barat

Sambut PasolaBupati Sumbar Instruksikan Masyarakat Sumbar Berpakaian Adat

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, petrus piter

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK- Bupati Kabupaten Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole menginstruksikan seluruh masyarakat Sumba Barat dan aparatur sipil negara (ASN) wajib menggunakan pakaian adat. Instruksi itu mulai berlaku tanggal 24-26 Pebruari 2019.

Bupati Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole mengatakan, instruksi itu sebagai wujud penghargaan terhadap adat budaya orang Sumba sekaligus penghormatan terhadap karya leluhur yang terus terpelihara sepanjang masa.

Bupati Niga mengatakan, sebagai orang Sumba Barat,  yang memiliki tradisi budaya pasola harus merasa bangga dan kebangaan itu harus dimulai dari hal kecil seperti berpakaian adat Sumba menyambut pesta pasola, Selasa (26/2/2019).

200 Ekor Kuda Siap Berlaga Di Pasola Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat

Sambut Pasola, Warga Bergotong Royong Bersihkan Rumput dan Sampah Plastik

Karena itu, mulai hari Minggu (24/2/2019), Bupati Niga menginstruksikan semua warga Sumba Barat harus berpakian adat termasuk pergi sembayang ke gereja. Semua harus berpakaian adat.

Bupati Niga menegaskan hal itu  saat ditemui POS-KUPANG.COM di tengah kesibukannya memantau pembersihan sampah di jalur jalan Lapale, menuju lokasi pasola Wanokaka, Sabtu (23/2/2019) pagi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Niga meminta seluruh aparatur sipil negara wajib menggunakan pakaian adat sebagai teladan bagi masyarakat.

Para ASN juga  wajib hadir di arena pasola Wanokaka dan bila tidak hadir maka pada pasola tahun mendatang, ASN bersangkutan tetap bekerja di kantor sedangkan ASN lainnya libur kerja dan menonton pasola.

Kebijakan itu, kata Bupati Niga Dapawole, sudah berlaku pada pelaksanaan pasola sebelumnya. "Saya akan pantau satu persatu dan kalau sampai ketemu, pasti kena batunya. Tahun depan tetap kerja di kantor, ASN lain libur menonton pasola," tegas Bupati Niga.

Bagi Bupati Niga, kebijakan itu sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga dan menghormati karya leluhur yang kini sudah dikenal dunia. "Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau menghormati karya leluhur kita ini," demikian Bupati Niga.

Jelang Pasola Wanokaka, Wabub Marthen Ngailu Toni Minta Semua Penonton Kenakan Pakaian Adat Sumba

Sambut Pasola, Warga Bergotong Royong Bersihkan Rumput dan Sampah Plastik

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Daniel Bili, S.H dan Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat, Lukas Lebu Gallu, S.H secara terpisah, Jumat (22/2/2019) dan Sabtu (23/2/2019), sepakat dengan permintaan bupati agar semua warga Sumba Barat memakai pakaian adat menyambut pasola tanggal 24-26 Pebruari 2019.

Hal itu sebagai wujud penghargaan terhadap karya budaya leluhur yang terus terpelihara hingga sekarang. "Sebagai generasi penerus daerah ini, wajib menjaga dan melestarikannya," tegas Daniel Bili. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved