Renungan Harian Kristen Minggu 24 Februari 2019 '' Jangan Hanya Waktu Susah Saja Baru Ingat Tuhan''

Renungan Harian Kristen Minggu 24 Februari 2019 '' Jangan Hanya Waktu Susah Saja Baru Ingat Tuhan''

Renungan Harian Kristen Minggu 24 Februari 2019 '' Jangan Hanya Waktu Susah Saja Baru Ingat Tuhan''
Dok Pribadi/Mesakh A.P. Dethan
Renungan Harian Kristen Minggu 24 Februari 2019 '' Jangan Hanya Waktu Susah Saja Baru Ingat Tuhan'' 

Musa ketika tidak mengikuti perintah Tuhan karena bersungut-sunggut, ia tidak diijinkan masuk ke Kanaan.

Saul raja pertama Israel karena tidak setia kepada Allah, maka kewibawaannya diambil kembali oleh Allah. Daud tidak dijinkan membangun bait Allah.

 Tuhan bahkan bukan hanya memberi kemampuan untuk manusia bertindak, namun pada saat-saat tertentu ia sendiri turun tangan dan bertindak. Ketika musuh mengancam Israel, Tuhan Allah melindungi dengan tiang awan.

Bahkan awan itu dipakai untuk menghalangi pandangan dari orang-orang Mesir sehingga mereka tidak dapat melihat orang Israel dengan jelas.

Ini membuktikan bahwa ketika kita berjalan ke tujuan yang Tuhan tetapkan, Ia juga terus melindungi kita, sehingga musuh-musuh kita tak dapat mencelakakan kita.

 Ini juga membuktikan bahwa ketika Tuhan ingin kita berjalan maju kepada tujuan yang telah ditentukan, Ia akan mengaruniakan otoritas/kuasa, namun ia juga dapat mengambilnya kembali kalau kita tidak setia.

Banyak orang dalam segala lingkup dan tingkatan sebetulnya juga diberi otoritas oleh Allah untuk menjadi pemimpin.

Tetapi ototritas itu dapat diambil kembali jika mereka tidak setia dan menyalahgunakan kesempatan yang Tuhan berikan. 

Kuasa penyertaan dan perlndungan Tuhan tidak membuat Israel harus menjadi manja, menjadi harap gampang dan cengeng.

Banyak kali orang tak dapat melepaskan kebiasaan-kebiasaan lama nya yang dikuasai oleh kedagingan dan hawa nafsu duniawi, karena ketidaktaatan.

Orang cenderung ingin kembali menikmati kehidupan yang lama, bahkan tenggelam di dalamnya. Orang tidak mau bergerak maju, padahal Tuhan siap membantunya.

Banyak kali sifat dan karakter yang lama kita susah dihilangkan dan cenderung kita tidak mau berubah.

Kalaupun berubah, hanya beberapa hari, beberapa minggu, kemudian balik lagi pada kehidupan yang lama.

Contohnya ada orang tua yang waktu anaknya sakit, atau kena masalah, berjanji bahwa tidak akan melakukan lagi sifat-sifat buruk tertentu, tapi setelah anak sembuh, ulang lagi, malah lebih hebat.

Orang-orang muda. Ketika dikhianati pacar, berjanji tobat, sonde akan pacaran lagi karena sakit hati, tetapi satu minggu kemudia sudah jalan dengan yang baru. Atau waktu nilai ujian merosot, janji akan belajar lebih sungguh-sungguh, tetapi setelah berlalu, kebiasaan lama diulang kembali. Waktu jatuh motor, janji tidak akan miras lagi, tidak akan keluar malam lagi, tidak akan..dan tidak akan… tapi setelah sembuh… sapa bisa tahan??

Kehidupan tidak bergerak maju tapi hanya berputar-putar di tempat. Bahkan mundur dan makin parah. Padahal Tuhan ingin kita berjalan maju untuk mencapai tujuan. Ketika ada tantangan kita lari minta tolong pada Tuhan dengan seribu tekad dan janji, namun ketika masalah dan badai kehidupan berlalu, kita kembali kepada kebiasaan buruk kita. Ada cerita lucu tentang seorang pria yang berjanji disaat kalut tetapi pada saat tenang lupa pada janjinya.

Alkisah ada seorang laki-laki sedang menumpang kapal laut dalam sebuah perjalanan ke suatu daerah tertentu. Saat itu cuaca buruk. Angin bertiup kencang, hujan turun dengan derasnya. Gelombang laut semakin lama, semakin bertambah besar. Dan kapalpun terombang-ambing di tengah gelombang yang besar itu dan hampir tenggelam.

Laki-laki itu takut setengah mati. Komat-kamit mulutnya menyambar do’a apa saja yang bisa dibacanya, mohon kepada Allah agar selamat dari bencana itu. Dengan khusyuk dia memohon kepada Allah, sambil membuat janji. Ya Tuhan Allah selamatkan aku dan kapal ini agar tidak tenggelam.

Aku sadar Tuhan, bahwa aku banyak dosa. Saya tidak pernah beribadah,dan tidak peduli dengan orang lain.

Kalau aku tidak tenggelam separah dari harta ku kuberikan untukMu Tuhan. Dan ternyata Allah mengabulkan doa laki-laki tersebut.

Meskipun kapal ditumpanginya itu terhantam gelombang dan badai yang besar, tapi tidak tenggelam. Akhirnya, selamatlah ia dan penumpang kapal yang lainnya.

Ketika ia selamat, badai telah berlalu, kehidupannya berjalan lagi seperti semula, dia pun melupakan janji-janjinya kepada Allah, pada saat hampir akan tenggelam, bahwa ia akan rajin beribadah memberikan sebagian hartanya untuk amal dan seterusnya.

Suatu ketika, tiba-tiba angin sangat kencang, turun hujan amat deras, banjir melanda dan pohon besar roboh mnghantam rumah dan mobil hancur berkeping-keping.

Sambil melihat rumah dan moboilnya yang hancur laki-laki itu berkata, “ Tuhan tolonglah, urusan di laut tolong jangan dibawa ke darat! Hehehe

Para ilmuwan telah menemukan obat untuk melupakan kenangan pahit setiap manusia.

Obat itu namanya Metyrapone Kenangan pahit akan hilang dari ingatan dan efeknya mampu bertahan beberapa hari sejak pemberian obat dihentikan.

Obat yang dinamakan Metyrapone ini bekerja dengan menghambat produksi hormon kortisol yang diangap pemicu stress.

Selain memicu stres, hormon kortisol juga memegang peran penting dalam membangkitkan kembali kenangan-kenangan negatif yang tersimpan di dalam memori otak manusia.

“Hasil penelitian menunjukkan jika hormon stres berkurang, maka otak lebih sulit mengingat kengangan-kenangan negatif di masa lalu,” ungkap Dr Sonia Lupien, peneliti dari University of Montreal seperti dikutip dari ScienceDaily.

Lupien menyimpulkan hal itu setelah melakukan eksperimen pada 33 pria dewasa yang diminta untuk membaca atau mempelajari beberapa cerita. Ada 2 jenis cerita yang diberikan, yakni cerita dengan nuansa netral serta nuansa negatif dalam arti menyedihkan.

Setelah mempelajari cerita tersebut, para partisipan dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama mendapat Metyrapone dosis tunggal, kelompok kedua mendapat obat yang sama dengan dosis ganda dan yang terakhir hanya diberi plasebo atau obat kosong.

Setelah minum obat secara rutin selama 3 hari, para partisipan diminta menuturkan kembali cerita sedih yang dibacanya. Partisipan yang minum Metyrapone dengan dosis ganda paling susah menceritakan kembali sedangkan yang minum plasebo paling bagus ingatannya.

Dalam eksperimen berikutnya, Dr Lupien menghentikan pemberian obat pada seluruh partisipan. Saat diamati kembali 4 hari kemudian, efeknya masih sama yakni partisipan yang mendapat Metyrapone tetap sulit mengingat cerita sedih meski sudah tidak minum obat.

Dr Lupien berharap suatu saat nanti hasil penelitiannya bisa bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah kejiwaan yang berhubungan dengan stres. Salah satunya pada orang-orang yang mengalami gangguan stres paska trauma, atau stress pasca tidak terpilih sebagai caleg etc.

Penemuan iniu baik, tetapi tentu akan membuat orang bergantung pada obat itu. Sementara yang paling dibutuhkan adalah pertobatan dan ketaatan yang lahir dari hati. Itu jauh lebih penting. Ingatlah bahwa setiap kita punya tujuan hidup yang telah ditentukan Allah. Bergantung kita ingin memilih yang mana? (*)

Editor: maria anitoda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved