200 Ekor Kuda Siap Berlaga di Arena Pasola Wanokaka, Sumba Barat

Sebanyak 200 ekor kuda siap berlaga diarena Pasola Wanokaka di Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat, Selasa (26/2/2019).

200 Ekor Kuda Siap Berlaga di Arena Pasola Wanokaka, Sumba Barat
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Ratusan ekor kuda bertarung di arena pasola. Ini foto pasola Lamboya yang berlangsung belum lama ini. 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Sebanyak 200 ekor kuda siap berlaga diarena Pasola Wanokaka di Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat, Selasa (26/2/2019).

Para pemilik kuda telah diundang dan memiliki kesepakatan bersama mensukseskan pesta budaya Pasola Wanokaka. Para pemilik kuda adalah orang-orang yang sudah terbiasa turun lapangan bertarung di arena pasola.

Bagi pemilik kuda, adalah sebuah kewajiban menjalankan budaya pasola yang biasa digelar sekali dalam setahun.

Antisipasi Penyalahgunaan BBM, Polisi Razia Mobil Pikap di SPBU

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat, Charles Herman Weru, S.Sos menyampaikan hal itu ditengah kesibukannya memantau persiapan lokasi festival pasola di Wanokaka, Sabtu (23/2/2019).

Menurutnya, even pasola adalah pesta budaya dan menjadi kebangaan orang Wanokaka khususnya dan Sumba Barat umumnya yang mendunia. Melalui pesta budaya pasola, daerah terpelosok Wanokaka tersohor dunia.

Seorang Pemuda Tewas Akibat Tawuran di Jatinegara

Karena itu menjadi tugas dan tanggungjawab segenap komponen masyarakat daerah untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pasola agar memberi kenyamanan bagi wisatawan yang datang menontonya.

Kesan positip itu, akan dibawah pulang para wisatawan ke masing-masing daerahnya atau negaranya yang kemudian tersebarluas melalui cerita wisatawan bersangkutan kepada keluarga, sahabat dan kenalannya sehingga semakin bertanbah pula wisatawan datang ke Sumba Barat menonton pasola.

Menurutnya, sebelum sampai puncak acara pasola, Selasa (26/2/2019), akan berlangsung tinju tradisional di kampung adat pasola, Minggu (24/2/2019) malam dan persiapan acara gelar ritual adat menyambut nyale oleh parah rato suku suku waihuang, puli, praigoli dan lai majera, suku Waigali, lahi pangabang dan ubuwei, Senin (25/6/2019).

Dan pukul 1 dini hari, Selasa (26/2/2019) berlangsung ritual adat di kampung Ubu Bewi. Para rato melakukan sembayang adat menyambut datangnya nyale.

Usai sembayang, para rato Ubu Bewi langsung pergi ke laut menyambut nyale diikuti masyarakat dan para wisatawan.

Selanjutnya sekitar pukul 10.00 wita, baru berlangsung atraksi pasola, pasukan berkuda bersenjatakan tombak, saling menyerang di arena lapangan pasola Wanokaka, Sumba Barat.

Sementara itu berkaitan dengan keamanan, demikian Kadis Pariwisata, pihaknya telah mempersiapkan dengan baik. Pihaknya beberapa kali menggelar rapat persiapan pengamanan pasola dengan tokoh masyarakat, penuda, aparat kepolisian dan anggota TNI.

Dalam pertemuan itu bersepakat untuk pengamanan di ring I adalah tokoh masyarakat, kepala desa dan pengamanan lokal, ring II polisi pamong praja, ring III polisi dan ring IV TNI.

Karena itu untuk urusan keamanan tidak menjadi persoalan. Semua sudah disiapkan dengan baik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved