PMKRI Cabang Kefamenanu Gelar RUAC. Ini Tujuannya

Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu, Santo Yohanes Don Bosco menggelar Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC).

PMKRI Cabang Kefamenanu Gelar RUAC. Ini Tujuannya
Pos Kupang/com/Tommy Mbenu Nulangi
Senior Nikan Ratrigis memberikan sambutan pada RUAC PMKRI Cabang Kefamenanu di Aula Gereja Nasleu, Jumat (22/2/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu, Santo Yohanes Don Bosco menggelar Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC).

Kegiatan RUAC tersebut dilaksanakan di Aula Gereja Nasleu, Kota Kefamenanu pada, Jumat (22/2/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut, para senior dan alumni PMKRI, anggota biasa, serta undangan lainnya.

Pelaksanaan kegiatan RUAC tersebut bertujuan untuk memilih pemimpin baru PMKRI Cabang Kefamenanu, serta membahas mengenai garis-garis besar haluan organisasi.

Ketua PMKRI Kefamenanu, Wendilinus Kefi mengatakan, PMKRI merupakan organisasi perjuangan dan pengkaderan. Oleh karena itu, PMKRI wajib melakukan RUAC untuk memilih pemimpin yang baru.

Kepada para calon ketua PMKRI Cabang Kefamenanu, Wendilinus berpesan, agar mempersiapkan diri dengan baik sehingga nantinya dapat memimpin organisasi tersebut dengan baik.

BREAKING NEWS : Fina Dalima Saksikan Saat Anjelinus Adiknya Jatuh Dalam Sumur

Komisariat Daerah PMKRI Regio Timor, Yohanes Naihati berpesan agar para anggota PMKRI dapat melaksanakan RUAC dengan baik sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Semoga dengan RUAC ini dapat menghasilkan ketua PMKRI cabang Kefamenanu yang baru yang dapat mengharumkan nama PMKRI Cabang Kefamenanu ini," ungkapnya.

Sementara itu, Nikan Ratrigis dalam sambutannya mewakili senior dan alumni mengharapkan agar RUAC bukan hanya dilaksanakan sebagai rutinitas belaka, melainkan sebagai forum intelektual yang dapat digunakan untuk membahas perjalanan perhimpunan.

"Kita harapkan supaya kalau jadi ketua dapat membawa perubahan di dalam PMKRI Kefamenanu, sehingga dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat. Lihat apa yang tidak betul harus kritik untuk perubahan di TTU ini," ujarnya.

Niken mengungkapkan, ketua PMKRI terpilih pada tahun 2019, pasti menghadapi pilihan umum (pemilu). Oleh karena itu, pasti ada tantangan yang sangat besar dalam pelaksanaan roda perhimpunan.

"Siapapun yang terpilih nantinya, harus dapat mengawal pesta demokrasi dengan independen, dan dapat memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar masyarakat tidak salah memilih," jelasnya. (*

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved