Alex Maran: Setiap Kelurahan Harus Ada Mobil Sampah

Ketua RW 06 Kelurahan TDM, Kota Kupang, Alex Maran katakan kalau mau sukses perang sampah di Kota Kupang, setiap kelurahan harus ada mobil sampah

Alex Maran: Setiap Kelurahan Harus Ada Mobil Sampah
POS KUPANG/RYAN NONG
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sidak sampah di Lippo Mall 

Alex Maran: Setiap Kelurahan Harus Ada Mobil Sampah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM | KUPANG- Ketua RW 06 Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kota Kupang, Alex Maran mendukung program pemerintah dalam memerangi sampah di Kota Kupang.

Menurutnya, pemerintah harus menyiapkan armada mobil sampah di setiap kelurahan yang ada di Kota Kupang.

Mobil sampah di setiap kelurahan, jelasnya, akan sangat efektif karena nantinya akan dikontrol langsung oleh Lurah dan masyarakat di kelurahan.

Hal ini dilakukan demi mencegah kapasitas sampah yang berlebihan dari satu mobil sampah yang mengangkut sampah di beberapa kelurahan sekaligus.

Ditegur Gubernur, Hari Ini Karyawan Lippo Plaza Bersihkan Sampah dan Limbah

VIDEO: Kata-Kata Pedis Gubernur NTT Viktor Laiskodat ke Manajemen Lippo Plaza Kupang Soal Sampah

Ditemui di kediamannya di Jalan TDM 1, Kota Kupang, Jumat (22/2/2019), Alex menyebutkan jumlah armada mobil sampah memang masih sangat kurang. Tak sebanding dengan produksi sampah di Kota Kupang.

"Ini kendala juga. Mobil sampahnya sangat kurang," ungkapnya.

Warga di RW 01 Kelurahan Oebufu dan RW 06 Kelurahan TDM sendiri sudah membuat terobosan dalam mengelola sampah dengan mendirikan rumah pengelola sampah.

"Sudah sebulan ini kami mulai memanfaatkan rumah pengelola sampah. Sistemnya sudah berjalan," tambahnya.

Yang dimaksud dengan sistem di sini adalah bagaimana mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Ia memaparkan, setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu ada petugas yang akan mengangkut sampah dari rumah ke rumah kemudian dibawa ke rumah pengelola sampah yang ada.

Di sana, sudah ada dua orang petugas yang siap memilah sampah. Sampah yang tak bisa didaur ulang yang nantinya akan diangkut oleh petugas kebersihan.

Tak Tertib Mengurus Sampah dan Limbah, Lippo Mall Kupang Terancam Ditutup Gubernur Viktor Laiskodat

Direktur   Bank  Sampah Flores  Tawarkan  Galeri  Buat Produk Olahan Sampah      

Di setiap rumah tangga, pihaknya juga sudah membagikan kotak sampah organik dan anorganik.
"Ada empat petugas. Dua untuk angkut sampah dan dua untuk pilah sampah," paparnya.

Rumah pengelola sampah ini sudah bisa mengakomodasi sampah yang berasal dari 400 kepala keluarga.
Masyarakat juga sudah mulai rutin membayar iuran sebesar Rp10 ribu untuk biaya operasional termasuk honor petugas.

Model ini, demikian Alex, merupakan model swadaya sampah berbasis masyarakat. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved