21 Desa Di Kabupaten Ende Belum Berlistrik

Sebanyak 21 desa di Kabupaten Ende hingga tahun 2019 belum berlistrik dan diharapkan tahun 2019 ini sudah tuntas berlistrik

21 Desa Di Kabupaten Ende Belum Berlistrik
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Manajer PT PLN Area Flores Bagian Barat, Firman Raharja 

21 Desa Di Kabupaten Ende Belum Berlistrik

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius
POS-KUPANG.COM | ENDE- Sebanyak 21 desa di Kabupaten Ende hingga tahun 2019 belum berlistrik.  PLN berharap  pada tahun 2019 ini desa-desa yang belum berlistrik sudah bisa dipasangi listrik.

Manajer PT PLN Area Flores Bagian Barat, Firman Raharja mengatakan hal itu kepada POS-KUPANG.COM di Ende, Jumat (22/2/2019).

Firman mengatakan, desa-desa di Kabupaten Ende yang belum berlistrik akan ditarget tahun 2019 sudah berlistrik. Dengan demikian dalam tahun tersebut semua desa di Kabupaten Ende yang belum berlistrik sudah berlistrik atau sudah mencapai 100 persen berlistrik.

Dari 21 desa yang belum berlistrik tersebut, ungkap Firman, yakni  Desa Boafeo, Watumite, Wologai, Kolikapa serta Reka dan 8 desa di Kecamatan Detukeli.

Listrik Padam Hambat Perekaman E-KTP Bagi Siswa SMK Negeri I Aesesa di Nagekeo

Dua Perusahan Investasi di Pulau Bajo, PLN Siapkan Sambungan Listrik Bawah Laut Suplai 5 Mega

“Saya tidak hafal semua. Namun yang pasti ada 21 desa di seluruh Kabupaten Ende belum dipasangi listrik. Kami berharap setidaknya dalam tahun 2019 ini semua desa di Kabupaten Ende sudah berlistrik,” kata Firman.

Firman menyebut, dari 21 desa yang belum berlistrik paling banyak di Kecamatan Detukeli sebanyak 8 desa sedangkan kecamatan lainnya rata-rata masih ada dua atau tiga desa yang belum berlistrik.

Firman mengatakan, hal yang menjadi kendala pemasangan listrik di Kecamatan Detukeli adalah keberadaan pohon pinus di sepanjang lintasan pemasangan jaringan listrik dari arah jalan negara di Kecamatan Detusoko.

Karena itu, kata Firman,  PLN berencana mengalihkan rencana pemasangan listrik dari arah Kecamatan Detusoko diganti dari arah Kecamatan Maurole yang tidak terlalu banyak mengalami hambatan.

“Kalau kita tarik dari arah Detusoko banyak kendala seperti keberadaan pohon pinus di sepanjang lintasan khan sayang kalau pohon-pohon tersebut terpaksa dipotong karena bukan hanya satu atau dua pohon saja yang bakal dikorbankan namun bisa mencapai puluhan bahkan ratusan. Dengan alasan kelestarian lingkungan, rencana pemasangan listrik menuju ke Detukeli yang sebelumnya dari arah Detusoko dipindahkan dari arah Kecamatan Maurole,” jelas Friman.

Terkait dengan desa-desa yang belum berlistrik pihaknya meminta kerja sama masyarakat untuk mendukung proses pemasangan listrik dengan merelakan tanaman mereka dipangkas untuk kepentingan pemasangan jaringan listrik menuju ke desa.

Anak Muda Diajarkan Cara Instalasi Listrik Oleh TNI

Di Satar Mese, Jaringan Listrik Datang Warga Keberatan Pohonnya Ditebang. Ini Langkah Camatnya !

Firman mengungkapkan, pelaksanaan pemasangan jaringan listrik memang membutuhkan pengorbanan, antara lain,  tanaman karena hanya dengan dipangkas ataupun dipotong jaringan listrik bisa dipasang menuju ke desa.

“Warga banyak yang meminta pemasangan listrik maka kami juga berharap siap untuk berkorban apabila ada proses pemasangan listrik menuju ke desa termasuk harus merelakan tanaman dipangkas atau dipotong untuk pemasangan jaringan menuju ke desa,” harap Firman. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved