Terduga Teroris Kelompok JAD yang DPO Ditangkap Saat Razia Lalu Lintas, Ini Kronologinya

Terduga Teroris Kelompok JAD yang DPO Ditangkap Saat Razia Lalu Lintas, Ini Kronologinya

Terduga Teroris Kelompok JAD yang DPO Ditangkap Saat Razia Lalu Lintas, Ini Kronologinya
CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/2/2019). 

Terduga Teroris Kelompok JAD yang DPO Ditangkap Saat Razia Lalu Lintas, Ini Kronologinya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan kronologi saat seorang terduga teroris Organisasi Jamaah Anshor Daulah ( JAD) berinisial TWA alias A alias AH ditangkap saat razia lalu lintas.

TWA yang telah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ditangkap di daerah Kertosari, Temanggung, pada 14 Februari 2019.

Wabup TTS Minta BWS NT II NTT Ambil Sikap Terkait Sedimen Lumpur di Saluran Irigasi Bena

Dedi mengatakan bahwa TWA memang sudah dipantau dan saat razia berlangsung ia berusaha kabur ke area sawah.

"DPO sudah mapping dan diikuti oleh tim. Saat razia lantas karena merasa sudah diikuti dan melihat ada razia Polantas maka pelaku melarikan diri untuk menghindari petugas," ujar Dedi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/2/2019).

Sebelum OTT KPK, Panitera PN Medan 2 Kali Ingatkan agar Anak Buahnya Berhati-hati

Hal itu membuat aparat di lapangan curiga. Setelah itu mereka menggeledah mobil yang ditinggalkan oleh TWA. Kemudian, buku-buku terkait radikalisme ditemukan di mobil tersebut dan identitas TWA pun terungkap.

"Hal itu membuat polisi curiga dan selanjutnya membuka paksa mobil yang diparkirkan. Pada saat mobil dibuka paksa dengan mendatangkan tukang kunci dan digeledah, ditemukan beberapa barang bukti," jelasnya.

"Buku-buku yang berkaitan dengan radikalisme dan setelah diamankan, ternyata pelaku adalah orang yang masuk DPO Densus 88 Antiteror," lanjut dia.

Menurut keterangan polisi, TWA pernah dideportasi dari Filipina saat akan mengikuti pelatihan militer bersama Adi Jihadi, dan kawan-kawan.

Sebelumnya, Adi Jihadi berperan menyalurkan dana untuk peledakan bom Thamrin. Kemudian, pada Oktober 2016, TWA mengikuti pelatihan paramiliter di daerah Anyer dengan Adi Jihadi cs dan dilatih oleh Nanang Kosim.

Polisi mencatat TWA bersama beberapa rekannya pernah merencanakan aksi teror dengan modus operandi melakukan penembakan terhadap anggota Polri. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved