Guntur Sebut Anak Aset Ekonomi

Dimana secara ekonomi bila dididik dengan baik, maka bisa hidup dengan layak dan mengubah keluarga untuk hidup lebih baik

Guntur Sebut Anak Aset Ekonomi
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Workshop Pembentukan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan Tingkat Kabupaten Kupang, di Ruby Room Hotel On the Rock, Kamis (21/2/2019). 

Guntur Sebut Anak Aset Ekonomi

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pendidikan Ramah anak merupakan pemdidikan secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara berencanan dan bertanggung jawab serta pendidikan yang mengedepankan rasa kasih sayang, pujian, asah, asih dan asuh.

Anak adalah aset. Dimana secara ekonomi bila dididik dengan baik, maka bisa hidup dengan layak dan mengubah keluarga untuk hidup lebih baik.

20 tahun terakhir ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang menanamkan mainset yang salah dalam hal mendidikan anak. Karena tidak saling bersinergi secara bersama-sama dalam mendidik anak.

Tidak Perlu Repot, Hilangkan Mata Bintit dengan Obat Ramuan Alami Berikut

Panelis dari Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Guntur Subu Taopan, mengatakan sejalan dengan kesalahan yang hanya asih dalam hal mengajar.

Tapi menurutnya keluarga juga salah. Karena hanya merasa anak sudah cukup belajar di sekolah saja.

"Saat ini semua guru dipaksa dalam melakukan aktifitas di sekolah tidak bisa sendiri tapi melibatkan keluarga," tuturnya.

Kasus Beasiswa Bidikmisi, Organisasi Kemahasiswaan Janji Kawal Terus

Daftar Pemilih Tambahan di Ende Sebanyak 91 Pemilih

Rupiah Kamis pagi Melemah, Mekati Rp 14.100, Ini Pemicunya

40 Orang Warga Tewas Terbakar dalam Sebuah Kebakaran

Saat ini Pemerintah berada di tiga sisi yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Karena anak datang dari keluarga, sebagian pendidikan ada di sekolah dan kembali ke masyarakat.

Pada Workshop Pembentukan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan Tingkat Kabupaten Kupang, yang digelar Yayasan Sayangi Tunas Cilik Save The Children ini, Guntur menyampaikan materi terkait Pendidikan Ramah Anak.

Ia menjelaskan ada beberapa hal yang harus dilakukan sekolah untuk memberikan pendidikan ramah anak, diantaranya peduli kesehatan gizi dan membantu belajar sehat, konstruksi gedung dan sarana mengutamakan kepentingan anak menghargai hak-hak dan kesetaraan gender

Selain itu, sebagai motivator, fasilitator sekaligus sahabat bagi anak, sebagai komunitas dan tempat pendidikan setelah keluarga, RPP atau skenario belajar harus dirancang bermuara pada kenyamaan anak, mengontrol kegiatan siswa di luar jam pelajaran, lingkungan fisik sekolah jarus asri dan kunci utama adalah guru. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved