Ketua DPRD Dukung Kajian Sebelum Tutup TNK, Bila Ada Pertarungan Investasi Jangan Korbankan Rakyat

kajian itu kata dia harus melibatkan masyarakat di dalam TNK dan pemerintah, DPRD serta tokoh masyarakat di Mabar.

Ketua DPRD Dukung Kajian Sebelum Tutup TNK, Bila Ada Pertarungan Investasi Jangan Korbankan Rakyat
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Komodo di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. 

Ketua DPRD Dukung Kajian Sebelum Tutup TNK, Bila Ada Pertarungan Investasi Jangan Korbankan Rakyat Kecil

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Blasius Jeramun, mendukung Pemerintah Pusat untuk melakukan kajian-kajian mendalam terkait wacana penutupan Taman Nasional Komodo (TNK).

Namun kajian itu kata dia harus melibatkan masyarakat di dalam TNK dan pemerintah, DPRD serta tokoh masyarakat di Mabar.

"Kajian tidak bisa hanya mengandalkan teori-teori tetapi harus tahu juga fakta lapangan sehingga harus melibatkan masyarakat setempat," kata Blasius kepada POS--KUPANG.COM, Rabu (20/2/2019).

Pihaknya kata dia belum mendengar alasan yang tepat mengapa TNK harus ditutup selama satu tahun.

"Kalau alasannya untuk penataan karena bahan makanan komodo semakin berkurang maka seharusnya yang diatur dan diperhatikan itu adalah rantai makanannya. Bukan ditutup," kata Blasius.

Jalan Nasional Dari Ndao Hingga Nangaba Perlu Diperlebar

NTT Belum Ada Anggaran untuk Sekolah Aman Bencana

Lippo Group Serahkan BMBL Bagi Mahasiswa Berprestasi di Politani Negeri Kupang

PT PELNI Buka Lowongan Gaji Fantastis Dimulai Dari 4,3 Juta, Ini Syarat Lengkap dan Alur Pendaftaran

Menurut dia, salah satu bahan makanan komodo yaitu rusa juga sedang mengalami persoalan.

"Bila bahan makanan komodo yaitu rusa, misalnya populasinya semakin berkurang maka ini yang harus dikaji, kenapa rusa berkurang. Keberadaan rusa di Pulau Komodo selain dimangsa oleh Komodo itu sendiri juga dimangsa oleh manusia. Ini yang harus ditangani," kata Blasius.

Terhadap dugaan terjadinya persaingan investasi dan bisnis kelas atas yang melibatkan para konglomerat ternama sehingga muncul wacana penutupan TNK, Blasius berharap jangan mengorbankan masyarakat kecil.

"Kalau karena terjadi persaingan bisnis kelas atas maka seharusnya jangan mengorbankan masyarakat kecil. Kalau TNK ditutup maka banyak usaha wisata di Labuan Bajo mengalami kerugian besar. Banyak warga kita yang mengalami kerugian itu," kata Blasius.

Untuk diketahui, muncul dugaan dari sejumlah pihak di Labuan Bajo bahwa wacana penutupan TNK merupakan akibat dari pertarungan investasi kelas atas yang tertarik berinvestasi di Labuan Bajo, termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Dikabarkan Telah Menikah dengan BTP alias Ahok, Ayah Puput Nastiti Devi Bongkar Sifat Asli Ahok

WOW! Unwira Kupang Bangun BLK Bahasa dan Budaya Untuk PMI asal Provinsi NTT

Live Streaming & Sinopsis Sinetron SCTV, Cinta Suci Edisi Malam Ini Episode Rabu 20 Februari 2019

Pasalnya Pulau Komodo, Padar dan Rinca menjadi lahan rebutan investasi dari para konglomerat serta beberapa pulau kecil lain di perairan Labuan Bajo.

Bahkan pertarungan investasi itu juga dikait-kaitkan dengan kehadiran Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Flores.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved