Empat Calon Penumpang Pesawat Diamankan Petugas, Sembunyikan Sabu di Dalam Anus

Empat Calon penumpang pesawat Diamankan petugas, Sembunyikan sabu di Dalam Anus

Empat Calon Penumpang Pesawat Diamankan Petugas, Sembunyikan Sabu di Dalam Anus
KOMPAS.com/DOK KPU BC TIPE B BATAM
Tim gabungan Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau kembali berhasil mengungkap jaringan internasional perdagangan narkotika. Dari pengungkapan ini petugas berhasil menyita sedikitnya 1.148 gram atau 1,1 Kg sabu dari 4 tangan tersangka yang akan terbang menggunakan maskapai Lion Air tujuan Lombok sekitar pukul 07.50 WIB, Selasa (19/2/2019). 

Empat Calon penumpang pesawat Diamankan petugas, Sembunyikan sabu di Dalam Anus

POS-KUPANG.COM | BATAM - Tim gabungan Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, mengamankan empat calon penumpang pesawat berinisial LR, LS, SM dan BN, yang kedapatan membawa 1,1 kilogram sabu-sabu saat hendak terbang menuju Lombik, Selasa (19/2/2019).

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) KPU BC Tipe B Batam Sumarna mengatakan, para pelaku menyembunyikan sabu-sabu di dalam tas, koper, hingga di anus.

Kebakaran di Sukabumi, 3 Penghuni Rumah Tewas, Satu Selamat

"Modus yang digunakan tersangka adalah menyembunyikan barang bukti di dalam anus yang sebelumnya sudah dikemas rapi dengan plastik elastik sehingga mudah dimasukkan," ujar Sumarna saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (20/2/2019).

Sumarna mengatakan, penangkapan berawal saat keempat pelaku melewati pemerikasan x-ray pukul 07.50 Wib.

Luar Biasa! Indonesia di Urutan ke Enam dari 10 Negara dengan Ekonomi Terbesar di 2023

Petugas yang curiga kemudian membawa para pelaku ke sebuah ruangan untuk diperiksa. Saat diperiksa, petugas mengamankan dua kapsul dilapisi lakban berwarna hitam berisi Methamphetamine dengan berat brutto 315 gram dari pelaku LR yang disimpan di dalam tasnya. Petugas juga mengamankan 307 gram sabu-sabu yang disembunyikan di dalam anus LS.

Petugas kemudian mengamankan sabu-sabu seberat 526 gram dari tangan SM dan BN yang merupakan pasangan suami istri yang disimpan di dalam koper.

"Alasan mereka mau melakukannya karena tergiur upah yang dijanjikan pemilik barang yakni Rp 10 juta per orang," ujarnya.

Sumarna mengatakan, kasus tersebut akan limpahkan ke BNNP Kepri. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved