Dua Wanita Berprofesi Sebagai Mucikari Ditahan Polisi, Ini Nominal Keuntungan dari Setiap Pelanggan

Dua Wanita Berprofesi Sebagai mucikari Ditahan polisi, Ini Nominal Keuntungan dari Setiap Pelanggan

Dua Wanita Berprofesi Sebagai Mucikari Ditahan Polisi, Ini Nominal Keuntungan dari Setiap Pelanggan
KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY
Dua mucikari yakni K dan F tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik PPA Satreskrim Polres Pulau Ambon, Rabu (20/2/2019). Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online di Kota Ambon 

Dua Wanita Berprofesi Sebagai mucikari Ditahan polisi, Ini Nominal Keuntungan dari Setiap Pelanggan

POS-KUPANG.COM | AMBON - Kasus prostitusi online di Kota Ambon, Maluku, hingga kini masih terus dikembangkan oleh penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Saat ini, dua orang wanita yang berprofesi sebagai mucikari, yakni F dan K, telah ditetapkan sebagai tersangka dan resmi telah ditahan di sel tahanan Polres Pulau Ambon. Hingga kini, keduanya masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Pulau Ambon.

Ibu Dua Anak Tewas Terlindas Truk, Sopir Truk Sempat Melarikan Diri

Selain menangkap kedua wanita tersebut, polisi juga kini masih memburu satu lagi mucikari berinisial T yang kabur.

"Saat ini kita sedang memburu satu lagi mucikari berinisial T yang masih kabur," kata Kapolres Pulau Ambon melalui Kasubbag Polres Pulau Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy kepada Kompas.com di Polres Pulau Ambon, Rabu (20/2/2019).

Pemerkosa Anak Kandung di Sikka Akhirnya Dimejahijaukan

Dia menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi yang ikut menjadi korban prostitusi online, jumlah mucikari yang mengendalikan para wanita muda di Ambon berjumlah tiga orang.

"Dari keterangan yang didapat, jumlah mucikari itu ada tiga orang. Dua sudah ditahan dan satu lagi masih kabur dan saat ini sedang diburu polisi," katanya.

Dia menjelaskan, ketiga mucikari itu juga berperan mencari pelanggan melalui aplikasi online dan berhubungan dengan para pria hidung belang. Dari pekerjaan itu, ketiganya mendapat keuntungan dari setiap pelanggan Rp 50.000 hingga Rp 400.000.

"Mereka (mucikari) ini juga yang menghubungkan para pelanggan dengan wanita-wanita muda itu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, terbongkarnya kasus tersebut setelah seorang ibu melaporkan anaknya yang hilang ke kantor polisi karena tidak kembali ke rumah selama sepekan.

Polisi yang mendapatkan laporan itu kemudian melakukan penyelidikan. Ternyata anak yang dilaporkan hilang itu sedang berada di penginapan yang digerebek polisi.

Dalam penggebrekan itu, polisi mengamankan belasan pasangan muda-mudi di dua kamar di sebuah penginapan melati di Kota Ambon pada Selasa (19/2/2019). (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved