Berita Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Guru Butuh Kolaborasi Sekolah SPK dan Negeri

Tanggung jawab pendidikan di tanah air bukan saja tanggung jawab pemerintah tetapi juga sekolah Satuan Pendidikan Kerjasaama (SPK).

Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Guru Butuh Kolaborasi Sekolah SPK dan Negeri
ilustrasi/kompas.com
Satuan Pendidikan Kerjasama/SPK 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Tanggung  jawab memajukan pendidikan di tanah air dan upaya peningkatan kualitas guru bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan tanggung jawab banyak pihak termasuk sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK).

Hal ini mendorong lahirnya Innovative Schools Programme (ISP) yang merupakan hasil kolaborasi antara Jakarta Intercultural School (JIS), Yayasan Emmanuel, Mentari Intercultural School (MIS), Dinas Pendidikan Jakarta dan Association of National and Private Schools (ANPS) yang merupakan sekolah SPK.

ISP merayakan peringatan 9 tahun kiprahnya di Jakarta Intercultural School, Jakarta, dengan menggelar "Perayaan Tahunan Pertama dan Lokakarya Komunitas ISP" dengan mengangkat tema "Ayo Belajar".

Ini Yang Dilakukan Central Klaus Community di SMA Santo Klaus Ruteng

Tidak kurang dari 600 guru dan kepala sekolah alumni ISP berpartisipasi dalam acara yang juga dihadiri Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Supriono, dan Kasubdit Kurikulum Sekolah Dasar Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Kontribusi para pemangku kepentingan
"Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengalokasikan dana pendidikan yang cukup besar. Ini menunjukan pemerintah memiliki perhatian yang sangat besar dalam dunia pendidikan," ujar Direktur Sekolah JIS, Tarek Razik.

Untuk itu, upaya pemerintah ini perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak pemangku kepentingan di dunia pendidikan, termasuk di antaranya JIS yang berupaya memberikan kontribusi melalui Program Sekolah Inovatif.

Tak Sampai Sebulan Badan Jalan Jembatan Noebunu Kembali Amblas

"Inilah saat yang tepat dan menggembirakan karena tidak ada yang membayangkan bahwa dalam kurun waktu 9 tahun sudah ada 600 peserta ISP yang lulus dan merayakan lokakarya di JIS," ungkap Emmanuel, penggagas Yayasan Emmanuel.

Emmanuel menambahkan, 'Program Sekolah Inovatif' tidak akan melupakan visi awalnya yakni untuk mendukung dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan membangun hubungan erat jangka panjang dengan guru dan sekolah.

Zonasi dan "sister school"

Program peningkatan kompetensi ISP ini mendapatkan apresiasi positif Dirjen GTK Kemendikbud Supriono. "Hal ini dapat menjadi role model praktik baik kolaborasi antara sekolah SPK dan sekolah negeri dalam upaya meningkatkan kompetensi guru di tanah air," kata Dirjen GTK.

Ahli Geothermal Survei Panas Bumi di Watuwawer Lembata

"Pemerintah memang mendorong kemitraan banyak pihak agar guru dapat meningkatkan kualitasnya terutama dalam proses pembelajaran yang menjadi titik fokus pemerintah dalam peningkatan kompetensi guru saat ini," ujar Supriono.

Ia menyampaikan, "Saya membayangkan bila setiap sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) dalam satu sistem zonasi memiliki satu "sister school" (mitra) satu sekolah negeri, maka akan terjadi percepatan perbaikan kualitas guru dan pemerataan kualitas pendidikan."

Cegah DBD, SMPN Satap Padadita Kambaniru Kerahkan Siswa Bersih Lingkungan

Ia mengharapkan, praktik baik pendidikan yang telah dijalankan JIS ini dapat diadopsi banyak sekolah SPK lain secara masif dan berkelanjutan.

"Tentu perlu pula menyesuaikan dengan grand design Kemendikbud agar program ini bisa selaras dan sejalan dengan rencana jangka panjang Kemendikbud dan tidak berjalan parsial (masing-masing)," tegasnya. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved