Breaking News:

Usman Ganggang Ingatkan Pariwisata Labuan Bajo Bisa Mengancam Budaya di Manggarai Raya, Ini Sarannya

Salah satu budayawan ternama asal Manggarai Barat (Mabar) Usman D. Ganggang, MPd mengingatkan semua pihak bahwa perkembangan pariwisata di Labuan Bajo

Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Usman D. Ganggang, MPd saat ditemui di Labuan Bajo. 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Salah satu budayawan ternama asal Manggarai Barat (Mabar) Usman D. Ganggang, MPd mengingatkan semua pihak bahwa perkembangan pariwisata di Labuan Bajo yang begitu cepat saat ini, bisa mengancam eksistensi budaya di daerah itu atau umumnya Manggarai Raya.

Disampaikannya, daerah wisata yang dikunjungi oleh sejumlah wisatawan dari berbagai negara di dunia ini, turut membawa dengan budaya serta kebiasaan mereka masing-masing.

Bila pola pelestarian budaya asli di Manggarai raya tidak diperhatikan secara serius maka bisa tenggelam di antara budaya dari luar.

"Tentu semua pihak harus berpartisipasi agar budaya Manggarai benar-benar bisa dilestarikan secara baik. Kalau sebagai orang tua maka sangat perlu menyampaikan, mencerita kepada anak-anaknya, kepada generasi muda tentang budaya Manggarai. Sebagai pemerintah perlu mendukung penuh sanggar-sanggar budaya Manggarai yang ada," kata Usman kepada POS--KUPANG.COM, Senin (18/2/2019).

Semua pihak kata dia harus terus menerus memberikan pencerahan tentang budaya Manggarai setiap saat.

"Jangan sampai kita lebih tergiur dengan budaya dari luar. Jangan pernah menilai bahwa budaya dari luar lebih baik dari budaya kita. Budaya kita di Manggarai raya memiliki banyak makna yang sangat positif," tutur Usman.

Menurut dia, saat ini budaya Manggarai kurang dilestarikan secara baik sehingga bisa tenggelam dimakan zaman.

Ayah ini Tega Membunuh Anaknya yang Masih Balita dan Istrinya Gara-Gara Sepele

Ferdi Kana Lo Pimpin Balai Prasarana Permukiman Sulteng, Ini Pesan Kepala BPJN X Provinsi NTT

"Kita bisa lihat di pesta-pesta nikah diramaikan oleh joget-joget atau sejenisnya. Jarang ada sanda apalagi caci. Semuanya diramaikan acara musik," kata Usman.
Selain itu kata dia, lagu-lagu daerah Manggarai juga saat ini sudah hilang dari keasliannya.

"Lagu-lagu daerah kita saat ini hanya syairnya saja yang Manggarai tetapi iramanya khas daerah lain atau terpengaruh dari luar. Misalnya terpengaruh lagu Ambon atau lagu-lagu barat," tutur Usman.

Namun dia yakin, masih ada pihak-pihak tertentu yang bekerja keras untuk melestarikan budaya Manggarai. Masih ada juga penyanyi lokal yang berusaha untuk menciptakan lagu Manggarai sesuai ciri khas keasliannya.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved