Politani Negeri Kupang Beri Perlakuan Khusus Mahasiswa Bidikmisi

Politani Negeri Kupang memberi perlakuan khusus kepada Mahasiswa peserta Beasiswa Bidikmisi yang menempuh kuliah di kampus tersebut.

Politani Negeri Kupang Beri Perlakuan Khusus Mahasiswa Bidikmisi
ISTIMEWA
Penanggung Jawab Beasiswa Bidikmisi Politani Negeri Kupang, Aydamel AGM Takalapeta STP, M.Si 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang memberi perlakuan khusus kepada Mahasiswa peserta Beasiswa Bidikmisi yang menempuh kuliah di kampus tersebut.

Perlakuan khusus tersebut diberikan berkaitan dengan pembayaran SPP semester oleh Mahasiswa kepada pihak kampus.

Hal ini dikatakan Penanggung Jawab Beasiswa Bidikmisi Politani Negeri Kupang, Aydamel AGM Takalapeta STP, M.Si kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya Senin (18/2/2019) siang.

Dinas Kesehatan NTT Keluhkan Kenaikan DBD

Pace, demikian Aydamel biasa disapa menjelaskan, pencairan beasiswa Bidikmisi yang dikirimkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi itu biasanya terlambat dan tidak persis bisa diterima oleh mahasiswa pada awal semester perkuliahan.

"Biasa terlambat (kiriman beasiswa Bidikmisi dari Kementerian), untuk semester ganjil (uang beasiswa) masuk di akhir tahun atau awal tahun. Jadi semester 1 masuk, harusnya bayar di September terapi tidak ada uang, untuk mereka bayarnya waktu uang dicairkan oleh pihak kampus," ungkap Pace.

DPK Pilpres dan Pileg Terbanyak di Sikka Ada di Napun Gete

Namun demikian, pria yang juga menjabat Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan ini mengungkapkan bahwa hal itu tidak menjadi persoalan bagi pihak kampus, karena untuk mahasiswa Bidikmisi diberi perlakuan khusus oleh kampus.

"Untuk Bidikmisi kita kasih perlakuan khusus, institusi sudah tahu pasti (uang) akan masuk, jadi tidak ada soal," tambahnya.

Ia menjelaskan, kuota penerima Bidikmisi mahasiswa yang baru untuk tahun ajaran 2018/2019 berilah 146 orang. Sedangkan total keseluruhan mahasiswa Politani yang menerima beasiswa Bidikmisi berjumlah 539 orang.

Dari jumlah tersebut, tiap mahasiswa secara otomatis membayar biaya registrasi semester sebesar Rp 2.400.000. Biaya Registrasi tersebut langsung ditransfer dari DIPA Dikti kepada Bendahara Penerima di Kampus Politani.

Sedangkan untuk biaya hidup mahasiswa, untuk setiap bulannya mahasiswa dijatah sebesar Rp 650 ribu per mahasiswa. Dan untuk biaya hidup ini langsung ditransfer oleh Dikti ke nomor rekening masing masing mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.

Pace menjelaskan, proses penerimaan dana untuk alokasi SPP dan alokasi biaya hidup dilakukan terpisah. Untuk biaya hidup, dari DIPA Kementerian Ristek Dikti langsung dikirim ke rekening pribadi, sedangkan untuk pembayaran SPP/registrasi mahasiswa dikirimkan Dikti ke Rekening Bendahara Penerimaan sebagai titipan lalu akan dicairkan untuk masuk ke rekening SPP.

"Kalau untuk SPP, uang dari DIPA Dikti dikirim ke Kampus melalui Bendahara Penerimaan sebagai uang titipan. Penanggung jawab akan bersurat ke Direktur Politani berupa permohonan mencairkan untuk digunakan membayar SPP sehingga bisa masuk ke rekening SPP," katanya.

Ia juga mengakui jika, penentuan kuota dilakukan oleh Dikti dan penentuan siswa penerima berdasarkan rekomendasi dari SMA/SMK asal. Namun demikian, terkadang kampus harus mencari orang atau mahasiswa untuk memenuhi kuota yang telah ditetapkan oleh Dikti.

`Penentuan Bidikmisi ditentukan dari sekolah, antaranya tidak mampu secara ekonomi tetapi mampu secara akademik, itu kriteria Dikti. Dengan membawa rekomendasi dari sekolah, pihak kampus tinggal pilah, ada kriteria sesuai persyaratan. Tetapi pengalaman, biasanya tidak sampai, karena yang datang di Politani sedikit, bahkan kita cari orang untuk masuk lengkapi," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved