Kelompok Tani "Suka Maju" Pukdale Gembira datangi "Tamu Istimewa"

Kelompok Tani "Suka Maju" di Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang beranggotakan 25 orang, gembira didatangi "Tamu Istiwewa"

Kelompok Tani
POS KUPANG/EDY HAYON
Kepala BBPP Kupang, Dr. Ir. Adang Warya, MM, bersama staf juga petani di Pukdale saat panen jagung perdana, Senin (18/2/2019) 

Kelompok Tani "Suka Maju" Pukdale Gembira datangi "Tamu Istimewa"

POS KUPANG.COM I  OELAMASI--Kelompok Tani "Suka Maju" di Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang beranggotakan 25 orang, gembira didatangi "Tamu Istiwewa" dari  Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang. Kehadiran rombongan BBPP Kupang, Dr. Ir. Adang Warya, MM ini, menjalani misi sebagai petani yang ikut panen perdana jagung milik kelompok tani ini.

Ketua Kelompok Suka Maju, Ismael Rafael didampingi pemilik lahan, Petrus Rafael kepada POS KUPANG.COM di Pukdale, Senin (18/2/2019) atas nama anggota menyatakan kegembiraannya karena rombongan BBPP Kupang datang melihat dan memanen jagung yang mereka kembangkan.

Kehadiran pihak BBPP Kupang ini mendorong petani untuk terus giat menanam jagung.

Empat Pelanggan PLN Jadi Pelanggan Premium Dimana PLN Jamin Listrik Tidak Padam

Jimi Sianto Minta Siswa Terlibat Tawuran Diberi Sanksi dan Sekolah akan Dievaluasi

Setiap Bulan Pelanggan PLN NTT Bertambah 50 Ribu

"Kami berterima kasih kepada Kepala BBPP Kupang dan rombongan yang turun memposisikan diri layaknya petani. Kami tentu gembira karena ini bukti bahwa hasil yang kami tanam mendapat perhatian dari pihak balai. Kami tentu mengharapkan dukungan dan pembinaan agar hasil jagung dari tahun ke tahun semakin baik," katanya.

Menurut Ismael, kendala utama yang sering mereka hadapi soal harga jual. Selama ini harga jagung tidak stabil sehingga kadang melemahkan petani dalam mengembangkan usaha pertanian ini.

Walaupun bibit jagung dan pupuk mendapat sumbangan dari pemerintah (Dinas Pertanian Kabupaten Kupang) tapi perlu juga harga dipertimbangkan.

"Kami juga usulkan agar bibit yang akan diturunkan jangan terlambat. Biasanya dari pemerintah turunkan bibit pada Januari sehingga proses pertumbuhan jagung agak kurang baik. Kalau bisa pada September saat hujan pertama bibit sudah turun sehingga kita bisa tanam. Kami yang tahu persis kondisi lapangan. Satu lagi harga minimal stabil jangan naik turun, itu melemahkan petani," pintanya.

Untuk diketahui, Kepala BBPP Kupang, Adang Warya, memimpin langsung staf "turun gunung" ke kebun petani di Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Rombongan dari BBPP Kupang ini melaksanakan panen perdana jagung milik Kelompok Suka Maju pimpinan, Ismael Rafael di atas lahan seluas 2 hektar lebih.

Disaksikan POS KUPANG.COM di Pukdale, Senin (18/2/2019), hadir saat ini Kepala Desa (Kades),  Pukdale, Oktovianus Lesiangi,  pemilik lahan, Petrus Rafael, Ketua Kelompok Suka Maju, Ismael Rafael, beberapa pejabat dari BBPP Kupang, serta beberapa aggota kelompok.

Hadiri RDP dengan Komisi V DPRD Provinsi, Benyamin Lola Jelaskan Kasus Tawuran Antar Sekolah

Camat Biboki Utara Terbukti Melanggar Disiplin ASN

JMK3 Lakukan Penyuluhan tentang DBD di Naikoten I

7 Skandal Terburuk Red Velvet yang Mengejutkan Bangsa, Termasuk Memuji Pemimpin Korut Kim Jong Un

Rombongan kemudian diarahkan ke lahan jagung jenis bibit BISI2 yang sudah siap panen. Dengan sabit di tangan, rombongan sekitar 30-an orang itu langsung mematahkan bulir jagung yang siap dipanen.

Dalam kegiatan ini, ada dua titik area dilakukan panen perdana jagung.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved