Dinas Kesehatan NTT Keluhkan Kenaikan DBD

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere, mengatakan terjadi kenaikan persentase DBD yang tinggi di Provinsi NTT.

Dinas Kesehatan NTT Keluhkan Kenaikan DBD
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Rapat dengar pendapat antara anggota Komisi V DPRD NTT bersama pihak Dinas Kesehatan Provinsi NTT di ruang Komisi V, Senin (18/2/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere, mengatakan bahwa dalam rentang waktu 9 tahun, terjadi kenaikan persentase DBD yang tinggi di Provinsi NTT.

"Kalau kita lihat dari tahun 2010, baru 13 kabupaten terpapar DBD. Tahun 2019, hampir semua kabupaten di NTT terkena DBD," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi V DPRD NTT di ruang Komisi V, Senin (18/2/2019).

Dia jelaskan, hal itu bisa terjadi karena laju pertumbuhan dan perpindahan penduduk. "Ini memiliki korelasi positif tentang perpindahan penduduk yang tinggi. Misalnya di Labuan Bajo," ucapnya.

DPK Pilpres dan Pileg Terbanyak di Sikka Ada di Napun Gete

Dikatakan, ada tiga daerah KLB yaitu Kota Kupang, kabupaten Sumba timur dan Manggarai Barat.

"Kita harus antisipasi karena kasus ini baru menurun di bulan Mei. Di beberapa daerah, kasusnya fluktuatif. Karena itu kami sudah koordinasi dengan teman-teman di kabupaten supaya waspada," ungkapnya.

NTT Berduka Lagi, Dapat Kiriman Jenazah TKI Asal Kabupaten Ende

Ada satu persoalan lain yang mereka hadapi, kata Domi, ialah anggaran.

"Ada hambatannya dari sisi pembiayaan. Karena begitu ditetapkan oleh kepala daerah bahwa daerah itu adalah KLB, maka BPJS tidak menanggung biaya perawatan itu. Contoh seperti di Manggarai Barat itu, awalnya agak terseok-seok. Karena segera dewan dan pemerintah daerah tetapkan anggaran untuk tanggulangi ini. BPJS tidak mau cover itu," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved