Petani Seserai Malaka Sudah Menyatuh dengan Pola Tanam Double Track, Ini Bentuknya

Para petani jagung di Desa Seserai, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka sudah menyatuh dengan pola tanam jagung double track. Hal itu dibuktikan denga

Petani Seserai Malaka Sudah Menyatuh dengan Pola Tanam Double Track, Ini Bentuknya
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Kepala Desa Seserai Marselinus Seran Nahak 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN----Para petani jagung di Desa Seserai, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka sudah menyatuh dengan pola tanam jagung double track. Hal itu dibuktikan dengan hasil yang mereka peroleh selama ini luar biasa dan selama mereka menerapkan pola double track tidak pernah gagal.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Seserai Marselinus Seran Nahak kepada wartawan, Kamis (14/2/2019). Menurut Nahak, semua petani di desanya sudah menerapkan pola tanam jagung double track yang merupakan implementasi program Revolusi Pertanian Malaka (RPM).

Selama petani menerapkannya, mereka tidak pernah mengalami kegagalan tetapi semuanya berhasil. Hal ini menunjukkan, masyarakat serius melaksanakan program dan patuh terhadap SOP RPM. Ketika mereka patuh maka hasil yang mereka peroleh setiap panen juga memuaskan.

Menurut Nahak, saat ini petani Desa Seserai tidak hanya tanam jagung tetapi juga menanam ubi kayu dan pisang. Pisang merupakan salah satu komoditi yang masuk dalam grand desain RPM.

Program RPM merupakan program perioritas Pemkab Malaka yang dicetus Bupati Stefanus Bria Seran. Spirit utama program ini adalah masyarakat Malaka berkelimpahan makanan dalam waktu yang singkat. Dengan demikian, masyarakat Malaka tidak mengalami kelaparan pada musim tertentu.

Camat Wewiku Yohanes Lau saat musrenbangcam tingkat Wewiku mengatakan, salah satu hal penting yang dibahas dalam musrenbangcam adalah bagaimana masyarakat mengimplementasikan RPM.

Caranya, mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Semua lahan harus diolah dan ditanami berbagai tanaman yang dapat memberikan manfaat bagi pemiliknya seperti menanam jagung, pisang dan ubi-ubian. (jen/Adv).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved