Hama Kelapa Mewabah di Lembata,  Ribuan Pohon Terancam Mati

Hama kelapa aspidiotus destructor saat ini mewabah di Kabupaten Lembata, NTT. Akibat serangan hama tersebut, ribuan pohon kelapa di daerah itu, teran

Hama Kelapa Mewabah di Lembata,  Ribuan Pohon Terancam Mati
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
TERSERANG HAMA -- Tanaman kelapa di Lewoleba yang terserang hama kelapa. Gamvar diabadikan, Minggu (17/2/2019).

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Hama kelapa aspidiotus destructor saat ini mewabah di Kabupaten Lembata, NTT. Akibat serangan hama tersebut, ribuan pohon kelapa di daerah itu, terancam mati. Saat ini tanaman itu mulai mati dari pucuknya.

Disaksikan Pos Kupang.Com, Minggu (17/2/2019), tanaman kelapa yang telah terserang hama tersebut, paling parah terjadi di Kwakat, Desa Bour, disusul Desa Pada dan kini semakin meluas di Kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan.

Di Dusun Kwakat, hamparan pohon kelapa di bawah kaki Bukit Cinta itu, tak satu pun luput dari serangan hama tersebut. Semua kelapa, baik yang masih kecil, maupub yang sudan tua dan yang sedang berproduksi, umunnya telah terserang hama mematikan tersebut.

Jenazah Andy Nabut, DAN I Kukkiwon Dimakamkan, Taekwondo NTT Berduka

Sejumlah warga menyebutkan, sudah lebih dari setahun tanaman kelapa tersebut terserang penyakit aneh itu. Tapi mereka juga tidak berbuat apa-apa, karena mereka tak tahu sebab musebab tanaman yang mereka miliki itu bernasib demikian.

Memang sejak penyakit aneh itu menyerang tanaman tersebut, produksi tanaman itu makin berkurang. Buahnya pub semakin kecil bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sementara serangan hama itu makin meluas dari hari ke hari.

Dulu, kata warga, tanaman kelapa yang terserang penyakit itu, hanya satu dua pohon saja. Tetapi saat ini sudah seluruh tanaman terserang penyakit tersebut. Itu berarti, serangannya sangat cepat karena hanya setahun lebih saja hama itu ribuan pohon kelapa di tempat itu tak satu pun luput dari hama tersebut.

Amhad Sulaiman, salah seorang warga Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Lewoleba, mengatakan, serangan hama kelapa itu sangat cepat. Bukan hanya di Dusun Kwakat, Desa Bour, tetapi sudah masuk sampai ke dalam kota Lewoleba.

"Kelapa yang baru kami tanam di belakang rumah saja saat ini sudah terserang penyakit itu. Begitu juga kelapa yang sudah tumbuh besar. Kami tidak tahu mengapa ada penyakit seperti ini. Tapi lama-lama pohon kelapa akan mati semua," ujar Ahmad Sulaiman, ketika ditemui Pos Kupang.Com di kediamannya, Minggu (17/2/2019).

Dia mengatakan, hama itu menyerang kelapa sejak setahun yang lalu. Tapi selama rentang waktu itu, tak satu pun aparat pemerintah yang datang dan lihat keadaan kelapa. Makanya, ia dan warga lainnya hanya pasrah menyaksikan nasib tanaman umur panjang tersebut.

"Kalau hama tanaman itu tidak segera diatasi, maka lama kelamaan semua kelapa akan mati. Untuk itu kami minta pemerintah segera mengambil langkah konkrit untuk mengatasi masalah yang ada," saran Ahmad.

Menurut dia, lebih cepat pemerintah mengambil langkah penanganan, itu akan mempercepat pembasmian dan pengendalian masalah tersebut di lapangan. Tapi jika dibiarkan berlarut-larut maka wabahnya semakin meluas dan kerugian yang dialami juga akan semakin besar. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved