Polisi Lidik Prostitusi Online di Kupang

Penyelidikan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari beberapa wanita yang namanya terseret prostitusi online.

Polisi Lidik Prostitusi Online di Kupang
Instagram
Prostitusi online Kupang 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Aparat Polda NTT melakukan penyelidikan terhadap dugaan penawaran jasa prostitusi melalui media sosial di Kota Kupang. Penyelidikan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari beberapa wanita yang namanya terseret prostitusi online.

Kabag Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dugaan pencemaran nama baik di media sosial yang dilakukan oleh pemilik akun Facebook berinisial YA. "Laporan sudah diterima dan masih dalam proses penyelidikan," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya di Mapolda NTT, Jumat (15/2/2019) siang.

Jules menyebut laporan tersebut diterima sekitar pukul 19.00 Wita. Menurutnya, terdapat lebih dari satu orang yang melapor dengan terlapor yang sama, yakni pemilik akun Facebook, YA. "Saat ini laporan tersebut tengah ditangani oleh Subdit II Ditkrimsus Polda NTT," ujar Jules.

Masyarakat Kota Kupang tengah dihebohkan dengan postingan sebuah akun bernama Yoh*** At****. Akun ini memposting belasan perempuan yang ia sebut sebagai perebut suami orang alias pelakor.

Ia menuliskan keterangan untuk foto-foto tersebut sebagai berikut:

"Iinilah pelakor kota kupang

lo*** dn mucikari ternama

yang selama ini buat rumah tangga saya hancur dengan kelakuan mereka

semoga kalian sadar atas perbuatan merusak keluarga orang," tulisnya.

Yoh*** At**** mengunggah postingannya tersebut, Kamis (14/2/2019), pada pukul 21.30 Wita. Hanya dalam tempo 2 jam lebih, postingan ini sudah dikomentari 1.400 komentar dan disukai oleh 1.600 orang.

Salah satu nama yang disebut sebagai 'pelakor' adalah AM. Nama AM muncul usai akun Yoh*** At**** menyebut AM terlibat dalam jaringan prostitusi online. Tidak terima namanya dicatut, AM pun melaporkan akun Yoh*** At**** ke pihak kepolisian.

Dilansir dari akun instagramnya, AM terlihat menulis klarifikasi dan tidak terima namanya disebut di akun Yoh*** At****.

"Syalom, selamat pagi, Berkenaan dgn berita/postingan hoax dari salah satu akun fake. Saya dan keluarga sudah melaporkan/menyerahkan ke pihak yang Berwajib, dalam hal ini kepolisian untuk diselediki dan diproses secara hukum.

Karena postingan tersebut tidak benar & sudah mencemarkan nama baik saya, Untuk itu, dimohon kita lebih pintar dalam mencerna berita/postingan dan kita lebih bijak dalam berkomentar. Selanjutnya saya menunggu hasil penyelidikan dan akan menyampaikan kembali untuk diketahui bersama. Terimakasih!" (ii/vel/bet)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved