Pola Pikir Daur Ulang Sampah Harus Ditanamkan Pada Masyarakat

Dr. Intje Picauly, M.Si mengatakan, pola pikir mendaur ulang sampah harus ditanamkan kepada masyarakat

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Pola Pikir Daur Ulang Sampah Harus Ditanamkan Pada Masyarakat
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana Kupang, Dr. Intje Picauly, M.Si

Pola Pikir Daur Ulang Sampah Harus Ditanamkan Pada Masyarakat

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana Kupang, Dr. Intje Picauly, M.Si mengatakan, pola pikir mendaur ulang sampah harus ditanamkan kepada masyarakat, Sabtu (16/2/2019).

"Jika masyarakat sudah paham tentang sampah dan manfaatnya maka semua limbah dapat dijadikan sumber pendapatan alternatif," katanya ketika dihubungi POS-KUPANG.COM Sabtu pagi.

Dikatakannya, masyarakat saat ini belum meninggalkan kebiasaan lama yakni membuang sampah sembarangan yang sangat berdampak pada kesehatan masyarakat itu sendiri maupun lingkungan.

Daur ulang sampah, ungkap Intje, masih menjadi alternatif selama masyarakat belum meninggalkan kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Mengharukan! Anak-Anak di Sanggar Cilik Gerson Poyk Berbagi Rejeki Dengan Anak Panti Agape

Jenis-Jenis Penghasilan Yang Tidak Kena Pajak PPh

Rafael Nadal Dikabarkan Segera Menikah dengan Xisca Perello, Petenis Asal Spanyol Itu Malah Marah

Namun jika masyarakat sudah paham tentang sampah dan manfaatnya maka semua limbah dapat dijadikan sumber pendapatan alternatif.

Menurutnya, alternatif penanggulangan sampah di Kota Kupang dapat dilakukan mandiri oleh masyarakat.

Mengumpulkan sampah yang masih berserakan sambil memilah sampah tersebut berdasarkan jenis organik dan anorganik.

"Sehingga selanjutnya penanganan lebih sederhana dan tepat tanpa tergantung alat pembantu seperti incenerator atau lainnya," katanya.

Selain itu, sampah yang sudah banyak, tertimbun dan lama, sangat sulit di tangani selain solusi lama yaitu dengan cara menanam dalam tanah atau dengan cara membakar atau memusnahkan dengan menggunakan alat incenerator.

Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Dikabarkan Sudah Menikah 15 Februari 2019, Benarkah?

"Namun, cara ini pun memiliki keterbatasan yaitu membutuhkan banyak alat incenerator dan dapat memberikan dampak negatif yg berbeda dan sama-sama membahayakan
masyarakat sekitar," jelasnya.

Dia menuturkan, pihak pemerintah juga perlu mengeluarkan perda dengan mencantumkan keterlibatan berbagai sektor dengan tugas dan tanggungjawabnya dalam hal penanganan sampah serta sanksi tegas bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Di lain sisi, keterlibatan semua pihak untuk melakukan kampanye dan sosialisasi juga diperlukan. Pihak tersebut diantaranya keluarga, sekolah, tokoh masyarakat dan para tokoh agama.

Masih Bingung Isi SPT PPh? Ayo Konsultasi Dengan Account Representative

Goda Natasha Wilona, kekasih Varrel dengan Harta Dunia, Hotman Paris Dapat Jawaban Telak

Sedang Salat di Mesjid, Pria Ini Tewas Dibacok Tetangganya, Ternyata Motifnya Begini

Lebih lanjut, langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kebersihan yakni dengan melakukan penyuluhan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.

Selanjutnya, kata Intje, mengedarkan brosur atau leaflat tentang sampah secara reguler minimal tiga bulan sekali.

Selain itu, inovasi selanjutnya melakukan pemilihan duta atau agent-agent pengawal sampah dari masyarakat sendiri sehingga persoalan sampah dapat menjadi atensi bersama sehingga kampanye terkait kebersihan lebih masif lagi.

"Pada anak- anak TK hingga SMA dapat dipilih perwakilan "DUTA SAMPAH" dan "POLISI SAMPAH". Dengan tanggungjawab ini mereka bisa menjadi agent cilik untuk mengawal komunitas mereka agar taat sampah," katanya.

"Ditingkat kelurahan dapat dipilih kelurahan atau kecamatan peduli sampah. dengan metode ini kesadaran kita munculkan dari dalam diri masyarakat itu sendiri. Atau mulai dari dalam keluarga," tambahnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana.)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved