Pelni Beri Penjelasan soal Bebas Biaya Bagasi hingga 50 Kilogram, Ini Maksudnya

Pelni Beri Penjelasan soal Bebas Biaya Bagasi hingga 50 Kilogram, Ini Maksudnya

Pelni Beri Penjelasan soal Bebas Biaya Bagasi hingga 50 Kilogram, Ini Maksudnya
KOMPAS.com/ HADI MAULANA
Calon penumpang sedang membeli tiket Kapal Pelni rute Batam-Belawan. 

Pelni Beri Penjelasan soal Bebas Biaya Bagasi hingga 50 Kilogram, Ini Maksudnya

POS-KUPANG.COM | BATAM - PT Pelayaran Nasional Indonesia ( PT Pelni /Persero) memberikan layanan berupa free atau cuma-cuma untuk bagasi di seluruh rute pelayaran.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Ridwan Mandaliko mengatakan, PT Pelni memberikan free bagasi kepada penumpang hingga 50 kilogram. Free bagasi yang dimaksud yakni barang bawaan penumpang yang dibebaskan dari biaya berupa barang jinjingan, dapat diangkat dengan satu tangan oleh penumpang bertiket, dan tidak membutuhkan bantuan orang lain serta tidak boleh diseret atau dipikul saat embarkasi atau naik ke kapal.

Begini Reaksi dan Komentar Masyarakat AS Setelah Trump Umumkan Keadaan Darurat Nasional

"Pelni mengatur ukuran volume bagasi bebas bea dengan ukuran maksimal 0,175 meter kubik atau 30 cm x 30 cm x 30 cm atau setara satu koper atau koli dengan berat maksimal 50 kilogram," kata Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/2/2019).

Tidak hanya itu, lanjut Ridwan, setiap barang bawaan yang melebihi ketentuan bebas biaya bagasi sebagaimana ketentuan di atas disebut sebagai over bagasi dan dikenakan tarif.

Kasus Pengaturan Skor, Satgas Antimafia Bola Buka Kemungkinan Tersangka Baru

Seperti bagasi yang melebihi 50 kilogram atau setara dengan 0,3 meter kubik atau ukuran 2 koli atau koper, itu akan dikenakan tarif over bagasi.

Pelni, menurut Ridwan, sangat toleran dalam menerapkan ketentuan bagasi bagi penumpang karena beratnya hingga 50 kilogram.

Ketentuan ini hendaknya dapat dipatuhi para penumpang kapal Pelni agar ketertiban, keamanan, dan kelancaran penerapan barang bagasi dapat berjalan sesuai ketentuan serta dapat mendukung keselamatan pelayaran.

"Meskipun bebas bagasi hingga 50 kilogram, beberapa penumpang kerap melanggar ketentuan, baik berat maupun volume bagasi. Untuk menegakkan aturan dan menjamin keselamatan pelayaran, Pelni memberlakukan ketentuan over bagasi atau kelebihan bagasi di atas 50 kilogram bagi penumpang yang membawa bagasi melebihi ketentuan," jelasnya.

"Bagi yang membawa bagasi melebihi berat atau volume, Pelni menerapkan tarif over bagasi, tujuannya agar tertib, aman, dan selamat," terangnya.

Ketentuan bea over bagasi sudah diterapkan di kapal Pelni sejak 15 Januari 2016 atau sudah berjalan 3 tahun.

Ketentuan over bagasi juga sudah berlaku umum di seluruh angkutan atau transportasi umum, tidak hanya berlaku di Pelni, namun juga di dunia penerbangan dan kereta api.

"Jadi Pelni tetap memberikan free bagasi hingga 50 kilogram. Namun bila melanggar, Pelni memberikan solusi dengan tarif over bagasi. Hal ini semata untuk menegakkan dan menertibkan angkutan," pungkasnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved