Kapal Tenggelam di NTT

Jabal Nur Luka Parah Digigit Ikan Hiu, Begini Kisahnya

Pemilik kapal sekaligus nahkoda Rahmat Ilahi, Jabal Nur digigit ikan hiu yang mengakibatkan luka parah di kaki bagian kanan dan bagian paha kiri.

Jabal Nur Luka Parah Digigit Ikan Hiu, Begini Kisahnya
FOTO LANTAMAL VII/KUPANG
FOTO LANTAMAL VII/KUPANG KORBAN-Pemilik kapal sekaligus nahkoda Rahmat Ilahi, Jabal Nur sementara ditangani para perawat di RSPP umum Betun, Jumat (15/2/2019) 

Jabal Nur Luka Parah Digigit Ikan Hiu, Begini Kisahnya
Kapal Tenggelam di Pantai Motadikin Malaka

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Ferry Jahang

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Tragedi tenggelamnya kapal ikan Rahmat Ilahi di Perairan Pantai Motadikin di wilayah Laut Timor bagian selatan Kabupaten Malaka masih menyimpan kisah pilu, Kamis (142/2/2019) pukul 01.00 Wita.

Pemilik kapal sekaligus nahkoda Rahmat Ilahi, Jabal Nur digigit ikan hiu yang mengakibatkan luka parah di kaki bagian kanan dan bagian paha kiri.

"Saat ini korban berada di RSPP umum Betun untuk mendapatkan perawatan medis dan pemulihan kesehatan," jelas Asisten Operasi (Asops) Danlantamal VII/Kupang Kolonel Heru melalui pesan WhatsApp kepada Pos Kupang, Sabtu (16/2/2019).

Kolonel Heru menjelaskan itu terkait beredarnya kabar di media sosial bahwa ada kapal nelayan asal Kupang tenggelam di perairan Australia. Salah seorang nelayan ditemukan selamat tetapi digigit ikan.

Kabar penemuan nelayan Oesapa itu diposting pemilik akun Facebook, Yanto DraxLer, di Grup Facebook, Viktor Lerik (Veki Lerik), Jumat (15/2/2019) malam.

Menurut Kolonel Heru, berdasarkan laporan dari Pos Angkatan Laut (Posal) Boking di TTS, kapal yang berasal dari Sulawesi Selatan tersebut dalam perjalanan menuju perairan Kupang setelah mencari ikan.

Namun tambah Kolonel Heru, dalam perjalanan kapal yang berpenumpang sembilan orang termasuk nahkoda itu diterpa gelombang dan angin kencang, sehingga air laut memasuki kapal. Akibatnya kapal tenggelam.

"Dalam kondisi tersebut para korban berusaha menyelamatkan diri dengan peralatan seadanya berupa jeriken air minuman," tambahnya.

Kolonel Heru merincikan, kesembilan penumpang kapal tersebut antara lain, pemilik sekaligus nahkoda Jabal Nur (48), anak buah kapal (ABK) Bakri (34), Supriyadi (34), Acung (34), Umar (27), Bahar (31), Arief (36), Hermanus Manafe (42), dan Asraun (34). (*)

Penulis: Ferry Jahang
Editor: Ferry Jahang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved