Begini Reaksi dan Komentar Masyarakat AS Setelah Trump Umumkan Keadaan Darurat Nasional

Begini Reaksi dan Komentar Masyarakat AS Setelah Trump Umumkan Keadaan Darurat Nasional

Begini Reaksi dan Komentar Masyarakat AS Setelah Trump Umumkan Keadaan Darurat Nasional
KOMPAS.com/AFP/JIM WATSON
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan penghormatan ketika kembali ke Gedung Putih selepas menjalani tes fisik tahunan di Rumah Sakit Militer Walter Reed pada Jumat (8/2/2019). 

Begini Reaksi dan Komentar Masyarakat AS Setelah Trump Umumkan Keadaan Darurat Nasional

POS-KUPANG.COM | WASHINGTON - Presiden Donald Trump memenuhi janjinya untuk mengumumkan keadaan darurat nasional seusai menandatangani undang-undang belanja negara demi menghindari kembali terjadinya shutdown pemerintahan.

Pada Jumat (15/2/2019), Trump resmi mendeklarasikan keadaan darurat nasional untuk membangun tembok di perbatasan AS dengan Meksiko. Namun, keputusan Trump tersebut langsung mendapat perlawanan hukum dari sejumlah pihak yang menolak pembangunan tembok perbatasan, di antaranya para pemilik lahan dan pemerintah daerah di lokasi proyek pembangunan tembok.

Kasus Pengaturan Skor, Satgas Antimafia Bola Buka Kemungkinan Tersangka Baru

Pakar hukum mengatakan, ini adalah kali pertama seorang presiden menggunakan hak menyatakan keadaan darurat untuk mengatasi penolakan Kongres tentang pendanaan.

Sebagaimana diketahui, Trump telah mengajukan proposal pembangunan tembok perbatasan Meksiko yang membutuhkan dana sebesar 5,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 80 triliun). Namun, Kongres AS menolak permintaan dana Trump dan hanya menyetujui memberikan dana sebesar 1,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 19,6 triliun).

Buat Berita Ahok Akan Gantikan Maruf, Timses Jokowi Adukan Media Ini ke Dewan Pers

Selain itu, para pakar juga mempertanyakan pandangan Trump yang menilai masalah imigrasi sebagai keadaan darurat nasional dan penyaluran dana militernya untuk proyek nonmiliter.

Dilansir AFP, hanya selang beberapa jam setelah pengumuman yang dilakukan Trump, tuntutan hukum datang dari New York, California, dan Serikat Hak-hak Sipil.

Pemerintahan Trump juga menghadapi penyelidikan dari komite Majelis Kehakiman. Jaksa Agung New York menjadi yang pertama melayangkan gugatan hukum atas deklarasi Trump.

Sementara Gubernur California mengatakan siap menemui presiden di pengadilan. "California akan menemui Anda di pengadilan," kata Gubernur California Gavin Newsome.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa dia sepenuhnya yakin akan adanya gugatan hukum setelah dirinya mengumumkan situasi darurat nasional. Namun, dia juga yakin dirinya akan meraih kemenangan.

"Saya berharap untuk dituntut. Sayangnya, itu akan melalui semua proses dan kami akan menang," ujar Trump. "Kami akan mendapatkan keadaan darurat nasional dan kami kemudian akan dituntut," kata Trump.

"Lalu kami akan berakhir di Mahkamah Agung dan mudah-mudahan kami akan memperoleh keadilan dan menang," ungkap Trump.

Disampaikan Gedung Putih, deklarasi keadaan darurat nasional yang diumumkan Trump akan memungkinkan dilakukannya penarikan dana dari sumber lain untuk memenuhi kebutuhan proyek tembok perbatasan.

Dalam hal ini, Trump akan bisa menarik dana sekitar 6,6 miliar dollar (Rp 93 miliar) dari sumber lain. Deklarasi keadaan darurat nasional tersebut dilandasi aturan Undang-Undang Keadaan Darurat Nasional 1976, yang memungkinkan dibuatnya pernyataan darurat nasional jika memang ada alasan kuat. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved