Kasus Dugaan Penjarahan Kapal Karam di Lembata, Baco Laporkan Jafar Cs ke Polisi

Efendi Amin alias Baco terpaksa melaporkan ke polisi kasus penjarahan sembako miliknya dari kapal KM Riski Perdana yang karam di Pantai Muno, Desa

Kasus Dugaan Penjarahan Kapal Karam di Lembata,  Baco Laporkan Jafar Cs ke Polisi
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
NAKHODA KAPAL-- Nakhoda KM Riski Perdana, Hamli (baju merah, bertopi) saat berada di Pantai Oneng, tak jauh dari lokasi karamnya kapal di Pantai Muno, Desa Waowala, baru-baru ini. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Efendi Amin alias Baco terpaksa melaporkan ke polisi kasus penjarahan sembako miliknya dari kapal KM Riski Perdana yang karam di Pantai Muno, Desa Waowala, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.

Dalam laporan polisi tersebut, Baco menyeret oknum warga atas nama Jafar, warga Desa Kolipadan. Dalam laporannya, Jafar Cs diduga melakukan tindakan penjarahan dengan mengambil barang dari kapal karam tersebut dan merusaki bodi kapal yabg baru didatangkan dari Bonerate, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu.

Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora melalui KBO Kasat Reskrim, I Nengah Soekanata, membenarkan adanya laporan polisi tersebut, ketika ditemui Pos Kupang.Com di mapolres setempat, Jumat (15/2/2019).

Dikatakannya, dalam laporan tersebut, Baco menyebutkan tiga nama yang menjadi saksi atas tindakan Jafar saat menjarah barang dari dalam kapal yang karam tersebut.

Johanna Lisapaly Jadi Kaban Kesbangpol NTT

Tiga saksi tersebut, yakni Hidin (45), Kuma (35) dan Lajakop (55). Hidin merupakan salah satu tenaga KSO, Kuma adalah nelayan dan Lajakop merupakan
ABK KM Riski Perdana yang karam tersebut.

Dalam laporannya, Baco menuturkan pada Senin (11/2/2019) sekitar pukul 17.00 Wita, saksi Lajakop bersama tiga teman ABK lainnya, turun dari kapal untuk mencari makan. Saat itu, mereka menemui Hidin di Desa Waowala dan makan di rumah tersebut.

Setelah makan malam, Lajakop bersama dua teman ABK lainnya, kembali ke lokasi kapal terkaram dengan maksud menjaga keamanan kapal tersebut dari pelbagai tindakan yang tidak diinginkan.

Namun ketiga saksi itu sangat terkejut tatkala melihat Jafar Cs sedang berada di dalam kapal dan menjarah sembako yang ada di dalam kapal tersebut. Saksi juga melihat Jafar Cs sedang merusak kapal dengan membongkar body kapal lalu mengambil papan dari kapal tersebut.

Barang-barang yang sudah hilang dari kapal tersebut, yakni baling-baling kapal, tali jangkar, peralatan masak dan jerigen solar. Sementara barang lainnya pun sudah tidak ditemukan lagi di dalam kapal naas tersebut. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved