Kader PMKRI Lima Cabang, Ikut Latihan Kepemimpinan di Kupang

Lebih dari seratus kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dari lima Cabang PMKRI mengikuti Latihan Kepemimpinan Kader (LKK

Kader PMKRI Lima Cabang, Ikut Latihan Kepemimpinan di Kupang
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang Engelbert Boli Tobin saat acara seremonial pembukaan LKK PMKRI Cabang Kupang tahun 2018/2019 di Kwarda Pramuka NTT pada Minggu (10/2/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Lebih dari seratus kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dari lima Cabang PMKRI mengikuti Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) di Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Latihan Kepemimpinan yang dilaksanakan dalam mempersiapkan dan membentuk kader perhimpunan yang berdaya saing di era milenial ini berlangsung enam hari, sejak Minggu (10/2/2019) hingga Sabtu (16/2/2019) di Kwarda Pramuka Provinsi NTT, yang terletak di Kelurahan Oesapa Kota Kupang.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang Engelbertus Boli Tobin kepada POS-KUPANG.COM pada Jumad (15/2/2019) menyampaikan bahwa PMKRI merupakan bagian dari gerakan mahasiswa yang sejak awal berdirinya telah mendedikasikan diri bagi terwujudnya keadilan sosial dan kemanusiaan di Indonesia.

Di tengah gempuran arus pragmatisme, PMKRI menyadari posisinya yang kian dilematis dalam konteks kekinian.

Gubernur NTT Lantik Pejabat Eselon II, Sejumlah Pejabat Diberhentikan

Situasi yang dihadapi PMKRI, lanjut Engelbertus, seperti rendahnya minat mahasiswa dalam membangun soliditas keorganisasian serta melambungnya biaya pendidikan dan berdirinya pusat-pusat hiburan sebagai konsekuensi derasnya arus kapitalisme melahirkan tantangan tersendiri bagi perhimpunan.

Oleh karena itu, PMKRI sebagai organisasi pembinaan harus ekstra waspada sebagai bagian dari gerakan perubahan sosial. Kewaspadaan ini terutama dalam menghadapi situasi sosial yang sulit.

Di sisi lain tantangan dari sisi internal juga memerlukan perhatian khusus, mengingat pembinaan kader dimulai dari proses internal sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan pemimpin yang visioner.

“Perkembangan globalisasi yang ada di depan mata, menuntut kita untuk terus mengasah karakter kepemimpinan guna membentengi diri dalam menyaring arus globalisasi yang mencoba menyurutkan semangat kader-kader muda bangsa ini,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, problem sosial yang menjamur di tubuh bangsa Indonesia, seperti radikalisme, terorisme, korupsi dan masalah sosial lainnya membutuhkan partisipasi dan keterlibatan kader-kader muda yang tangguh untuk terjun dan
mengkritisi serta terlibat memberikan solusi terhadapnya.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved