Ketua Komisi V DPR RI Siap Perjuangkan Kelangkaan Pupuk dan Obat-Obatan

Ketua Komisi V DPR RI, Farry Djemi Francis siap memperjuangkan aspirasi rakyat unuk mengatasi kelangkaan pupuk dan obat-obatan di Sumba Barat

Ketua Komisi V DPR RI Siap Perjuangkan Kelangkaan Pupuk dan Obat-Obatan
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Ketua Komisi V DPR RI, Farry Djemi Francis mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan di Hotel Pelita Sumba Barat, Kamis (14/2/2019) 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Ketua Komisi V DPR RI, Farry Djemi Francis siap memperjuangkan aspirasi rakyat unuk mengatasi kelangkaan pupuk dan obat-obatan di Sumba Barat khususnya dan Sumba umumnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi V DPR RI juga menyarankan agar badan usaha milik desa (Bumdes) mengelolah usaha menyentuh langsung kebutuhan petani, seperti menyediakan pupuk dan obat-obatan dengan menggunakan dana desa yang tersedia.

Ketua komisi V DPR RI, Farry Djemi Francis menyampaikan hal itu ketika menjawab keluhan warga tentang kelangkaan pupuk dan obat-obatan pada musim tanam seperti ini pada acara sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diikuti semua pengurus dan calon legislatif partai Gerindra di hotel Pelita Sumba Barat, Kamis (14/2/2019).

Dedari Kupang Berikan Surprise Saat Valentine

Menurutnya, ke depan pemerintah harus mendorong agar Bumdes menyediakan usaja bersentuhan langsung dengan kebutuhan desa dan bukan usaha lainnya.

Maria Hostiana Siap Promosi Kekayaan Alam dan Budaya Nusa Tenggara Timur

Sementara itu berkaitan dengan empat pilar kebangsaan, ia menegaskan, hal itu tidak hanya pada tataran teori lagi tetapi harus pada tataran operasional. Dan partai Gerindra sudah melakukan itu dan akan terus melakukannya demi menjaga keutuhan bangsa indonesia.

Gaji Pendamping Desa

Ketua Komisi V DPR RI, Farry Djemi Francis mengatakan sebagai mitra kerja dengan kementerian PDT telah meminta menaikan gaji para pendamping desa di seluruh indonesia pada tahun anggaran 2019 ini.

Hal itu karena berdasarkan hasil kunjungan kerja ke beberapa wilayah propinsi, kabupaten dan desa di indonesia menemukan betapa berat beban kerja dan beratnya medan kerja yang dihadapi.

Harapan dengan kenaikan gaji tersebut dapat meningkatkan kinerja para pendamping desa di lapangan. Para pendamping desa akan semakin terpacu melaksanakan tugas secara profesional dan penuh tanggungjawab mendampingi desa membangun desa ke depan lebih maju.

Ketua Komisi V DPR RI, Farry Djemi Francis menyampaikan hal itu dalam arahannya pada acara sosialisasi kebijakan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat desa oleh kementerian PDT dalam hal ini oleh Dirjen PPMD Kementerian PDT, Taufik Madjid dan Direktur PMD Kementerian PDT, M.Fahri di aula SMA Kristen Waikabubak, Sumba Barat, NTT, Kamis (14/2/2019).

Menurutnya, keluhan pendamping desa tentang lenaikan gaji telah disampaikan dana rapat bersama dengan kementerian PDT. Karena itu, ia meminta pendamping desa bekerja secara profesional sesuai tugas dan tanggungjawab yang diberikan dan bukan berusan dengan politik.

Untuk itu, ia mengajak, semua pendamping desa, kembalilah ke jalan yang benar yakni bekerjalah secara profesional sesuai tugas dan tanggungjawab yang diberikan.

Sementara itu Direktur PMD Kmenterian PDT, M.Fahri, membenarkan telah mengusullan kenaikan gaji para pendamping desa terhitung 1 Pebruari 2019. Hanya saja, saat ini masih menunggu persetujuan kementerian keuangan RI. Bila hal itu disetuju, katakanlah pada bulan Maret 2019 mendatang maka kenaikan gaji pendamping desa telah dihitung per 1 Pebruari 2019.

Karena itu, ia mengajak semua para pendamping desa berdoa dan berjuang bersama mensukseskan perjuangan kenaikan gaji itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved