Ketua Komisi V DPR RI Ingatkan Pendamping Desa Jangan Jadi Timses Caleg dan Pilpres

Ketua Komisi V DPR RI Ingatkan Pendamping Desa Jangan Jadi Timses Caleg dan Pilpres

Ketua Komisi V DPR RI Ingatkan Pendamping Desa Jangan Jadi Timses Caleg dan Pilpres
Istimewa
Fary Francis

Ketua Komisi V DPR RI Ingatkan Pendamping Desa Jangan Jadi Timses Caleg dan Pilpres

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Ketua Komisi V DPR RI, Farry Djemi Francis, mengingatkan para pedamping desa agar jangan menjadi tim sukses calon legislatif partai tertentu juga menjadi tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.

Tetapi semua pendamping desa harus bekerja secara profesional, mendampingi desa untuk membangun desa ke depan lebih maju.

Jembatan Putus, Desa Lewomada dan Wailamun Terisolasi

Hal itu, karena saat ini, ada banyak pendamping desa menjadi tim sukses calon legislatif dan tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu yang mulai bergerilya di lapangan mempengaruhi pendamping desa lain untuk mensukseskan jagonya di wilayah desa dampingan masing-masing.

Nama-nama pendamping desa yang terlibat dalam tim sukses itu telah dikantonginya. Namun, ia enggan membuka dan memberikan kepada kementerian PDT karena masih mencintai putra putri pendamping desa di NTT.

Uskup Atambua Sebut Pasien Sumber Kesembuhan Terhadap Dirinya Sendiri

Saya masih mencintai kalian semua karena saya sadar benar betapa besar jeripayah anda berjuang membangun desa karena saya sebelum menjadi seperti ini, pernah menjadi pendamping desa hingga puluhan tahun.

Karena itu saya tidak ingin memberikan data nama pendamping desa yang bermain politik kepada kementerian PDT. Kalau saya mau saja membuka dan memberikan data nama-nama kepada kementerian PDT, pasti dipecat. Saya tidak mau hal itu terjadi menimpah anak-anak dan saudara saudarai saya di NTT.

Untuk itu, saya meminta kembalilah ke jalan yang benar, bekerjalah secara profesional sesuai tugas dan tanggungjawab yang diberikan'," tegas ketua Komisi V DPR RI Farry Djemi Francis dihadapan ratusan pendamping desa yang berasal dari 4 kabupaten di Pulau Sumba saat bersama Direktorat jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian PDT, Taufik Madjid dan Direktur PMD Kementerian PDT, M. Fahri memsosialisasikan kebijakan pendampingan dan pemberdayan masyarakat yang berlangsung di aula SMA Kristen Waikabubak, Sumba Barat, Kamis (14/2/2019).

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, data nama-nama pendamping desa yang diperolehnya tidak hanya sekedar omongan saja tetapi benar ada dan diperoleh dari laporan KPU masing-masing di Pulau Sumba. Baginya sebagai pendamping desa hendaklah bekerja secara profesional dan bermain politik.

Bila anda ingin menjadi politisi maka keluarlah dari pendamping desa dan melamar ke partai politik termasuk ke partai Gerindra, mungkin dipertimbangkan untuk menerimanya. Namun jika ingin tetap menjadi pendamping desa maka bekerjalah secara profesional membangun desa dan jauhkanlah pikiran anda menjadi tim sukses calon legisllatif maupun tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved