Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Protestan Selasa 12 Februari 2019 ''Makan Dari Pohon Kehidupan''

Renungan Harian Kristen Protestan Selasa 12 Februari 2019 ''Makan Dari Pohon Kehidupan''.

Editor: maria anitoda
zoom-inlihat foto Renungan Harian Kristen Protestan Selasa 12 Februari 2019 ''Makan Dari Pohon Kehidupan''
Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA
Renungan Harian Kristen Protestan Selasa 12 Februari 2019 ''Makan Dari Pohon Kehidupan''.

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Kristen Protestan Selasa 12 Februari 2019 ''Makan Dari Pohon Kehidupan''

Renungan Harian Kristen Protestan

Oleh: Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA

MAKAN DARI POHON KEHIDUPAN

Untuk tetap bertahan hidup manusia harus makan dan minum.

Memang ada yang dapat menahan diri untuk tidak makan dan minum karena alasan-alasan tertentu.

Seperti puasa karena perintah agama atau puasa karena mau melakukan pemeriksaan darah atau mau operasi dan atau alasan kesehatan lainnya  dan dapat bertahan hidup walau tidak makan dan minum satu hari penuh. 

Tetapi semua itu bersifat sementara.

Pada prinsipnya manusia butuh makan dan minum untuk tetap sehat dan kuat.  

Secara fisik manusia bisa bertahan hidup tanpa minum hanya dalam waktu 3-5 hari.

Sementara untuk menahan lapar manusia bisa bertahan hingga 8 minggu.

Menurut para ahli kesehatan seperti yang dimuat di majalah online detik.com bahwa manusia bahkan dapat bertahan tanpa makanan hingga 2 dua bulan asal tetap mengkonsumsi air. 

Hal ini dapat dilihat pada kasus Peter Skyllberg asal Swedia yang terkubur di bawah salju ditemukan masih bertahan hidup selama dua bulan tanpa makanan.

Ia hanya makan salju beku untuk dapat mengkonsumsi air. 

Para peneliti menjelaskan bahwa tubuh dapat mengkondisikan tubuh selama kelaparan untuk meminimalkan jumlah kalori pada tubuh.

Ketika tubuh berhenti mengasup makanan, tubuh akan menggunakan gula yang tersimpan dalam tubuh.

Hati dan otot dapat menyimpan glikogen yang kemudian diubah menjadi glukosa.

Saat glukosa di dalam tubuh habis, lemak dapat diubah menjadi pasokan energi.

Jika lemak habis, tubuh akan mengambil energi dari protein dari otot.

Kitab Wahyu juga berbicara tentang makan dan minum, namun dalam pengertian yang berbeda.

Orang percaya dijanjikan untuk diberi makan dari Pohon Kehidupan (Wahyu 2:7).

Apakah yang dimaksudkan dengan pohon kehidupan disini?

Pohon kehidupan adalah dalam banyak mythologi dan cerita berbagai agama di dunia.

Dalam kitab Wahyu pohon kehidupan merupakan suatu upah yang diberikan kepada mereka yang setia dalam imannya kepada Tuhan.

  Dalam Wahyu 2:7b dikatakan Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Tuhan.

" Tetapi sebaliknya ancaman hukuman yang diberikan jika mereka tidak setia dan tidak mau bertobat pada Tuhan. Hal ini dinyatakan dengan tegas dala Wahyu 2:5b: "jikalau engkau tidak bertobat".

Sebaliknya, seandainya tuntutan itu digenapi oleh mereka, yaitu kalau mereka mengingat betapa dalamnya mereka jatuh, dan bertobat dan melakukan lagi apa yang semula mereka lakukan, Tuhan Yesus akan memberikan kepada mereka sesuatu yang indah, yang menyenangkan.

Ternyata janji ini bukan hanya untuk setiap orang yang tela percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, tetapi juga kepada mereka yang belum artinya janji ini diperuntukkan kepada setiap orang percaya yang melakukan perintah yang dituntut oleh Tuhan Yesus dalam dua pasal ini.

Dalam Kitab Wahyu 22:2 disebutkan bahwa daun pohon-pohon kehidupan "dipakai untuk menyembuhkan luka bangsa-bangsa", tetapi hanya mereka yang "melakukan perintah-Nya" yang berhak makan buahnya.

Pengertian ini mirip dengan pemakaian pohon kehidupan dalam Perjanjian Lama, dimana disebutkan dalam beberapa tempat.

 Pohon kehidupan disebutkan dalam Kejadian pasal 2:9; 3:22; dan 24. Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, Adam dan Hawa tidak lagi dapat mendekati pohon itu karena telah dijagai oleh malaikat dengan pedang bernyala-nyala.  

Namun apa yang dijaga waktu itu dengan "pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar"  melalui Kristus akan disediakan bagi barangsiapa yang menang, demikian keyakinan penulis kitab Wahyu.

Orang percaya diharapkan proaktif menantikan pemenuhan janji itu dan bisa makan dari pohon kehidupan sambil menaati Kristus dan Firmannya yang memberi dan menjamin kehidupan kekal.

Kita dijanjikan untuk makan dari pohon kehidupan dapat disamakan dengan mempunyai hidup "dalam segala kelimpahan" sebagaimana dikatakan dalam Yohanes 10:10. Yesus berkata bahwa Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Jika demikian mengapa kita mesti ragu-ragu lagi untuk bersahabat dengan Kristus sebagai penebus kita. 

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat, demikian dikatakan Wahyu 2:7a.

Imbauan ini sebenarnya bukan sebagian dari janji, tetapi dalam ketujuh surat, imbauan yang sama seperti ini diulangi.

Dalam ketiga surat yang pertama, imbauan ini mendahului janji Kristus, dan dalam keempat surat yang terakhir imbauan ini mengikuti janji Kristus kepada mereka yang menang.

Oleh karena kita semua mempunyai telinga, maka kita semua diperintahkan untuk mendengarkan pesan dan panggilan iman ini, yaitu orang percaya yang "setia sampai mati", yaitu orang-orang yang menang.

Pemenang (Yunani nikon_) adalah seorang yang, oleh kasih karunia Tuhan yang diterimanya melalui iman pada Kristus, telah mengalami kelahiran baru dan tinggal tetap dalam kemenangan atas dosa, dunia, dan Iblis.

 Sekalipun dikelilingi oleh pertentangan dan pemberontakan yang hebat, orang yang menang itu akan menolak untuk menyesuaikan diri dengan dunia ini dan kejahatan yang makin hari muncul dalam berbagai bentuk  ( band. Wahy 2:24).

Orang percaya harus menang atas dosa, dunia, dan Iblis, kalau tidak kita akan dikalahkan oleh mereka dan pada akhirnya dilemparkan ke dalam lautan api (ayat Wahy 2:11; 3:5; 20:15; Wahy 21:8).  

Siapa bertelinga hendaknya ia mendengar. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved