Keberadaan Pasukan AS di Semenanjung Korea, Korsel Penuhi Tuntutan Trump.

Perjanjian dicapai setelah kesepakatan sebelumnya anjlok di tengah tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Korsel membayar lebih

Keberadaan Pasukan AS  di Semenanjung Korea, Korsel Penuhi Tuntutan Trump.
(REUTERS/Kim Hong-Ji/Files )
Marinir Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan mengikuti latihan operasi pendaratan gabungan AS-Korea Selatan di Pohang, Korea Selatan dalam arsip foto 31 Maret 2014. Pasukan Korea Selatan dan AS memulai latihan militer skala-besar pada Senin (7/3) saat uji tahunan pertahanan mereka terhadap Korea Utara, yang menyebut latihan mereka sebagai "gerakan perang nuklir" dan mengancam akan melawan dengan segala bentuk pertahanan. 

POS KUPANG.COM - - Para pejabat pada Minggu menandatangani perjanjian jangka pendek untuk meningkatkan sumbangan Korea Selatan dalam rangka memelihara keberadaan pasukan Amerika Serikat di Semenanjung Korea.

Perjanjian dicapai setelah kesepakatan sebelumnya anjlok di tengah tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Korsel membayar lebih.

Perjanjian baru tersebut masih harus mendapatkan persetujuan dari parlemen Korea Selatan.

Jika disetujui, Korsel akan meningkatkan jumlah sumbangannya menjadi 1,03 triliun won (sekitar Rp12,97 triliun) dari 960 miliar won (Rp11,92 triliun) pada 2018.

Tidak seperti kesepakatan-kesepakatan sebelumnya, yang berlaku untuk lima tahun, perjanjian kali ini dijadwalkan berakhir dalam waktu satu tahun. Keadaan itu kemungkinan akan mendorong kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan dalam beberapa bulan.

"Prosesnya panjang, tapi akhirnya ini proses yang sangat sukses," kata Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kyung-wha kepada awak media di depan para pejabat Kementerian Luar Negeri yang mengawali perjanjian.

Kyung-wha menyadari ada kritik yang terus bergulir di dalam negeri menyangkut perjanjian baru itu dan bahwa kesepakatan harus mendapatkan persetujuan dari parlemen. Ia mengatakan tanggapan yang ada "sejauh ini positif".

Penasihat senior Departemen Luar Negeri Urusan Perundingan dan Perjanjian Keamanan, Timothy Betts, melakukan pertemuan dengan Kang sebelum perjanjian ditandatangi.

Legenda Real Madrid Ragukan Masa Depan Gareth Bale

Betts mengatakan kepada awak media bahwa dana tersebut merupakan sumbangan kecil namun penting dari Korea Selatan dalam mendukung persekutuan.

"Pemerintah Amerika Serikat menyadari bahwa Korea Selatan melakukan banyak hal bagi persekutuan kita serta bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan ini," katanya.

Sekitar 280.500 pasukan AS ditempatkan di Korsel, tempat AS memelihara keberadaan militernya sejak Perang Korea 1950-1953.

Persekutuan mereka sebelumnya bergelut untuk mencapai terobosan dalam 10 putaran perundingan sejak Maret sementara Donald Trump terus-terusan mendesak agar Korea Selatan menambah sumbangannya dalam jumlah besar.

Trump mengatakan dalam pidato `State of the Union` di Kongres pada Selasa pekan lalu bahwa ia akan melakukan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 27-28 Februari di Vietnam setelah keduanya bertemu di Singapura pada Juni tahun lalu.

Setelah pertemuan pada Juni itu, Trump mengumumkan penghentian latihan perang bersama dengan Korea Selatan dengan alasan mahal dan AS menanggung sebagian besar biayanya. (*)
 

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved