BP3TKI Kupang Tegaskan Masyarakat NTT Berhenti Jadi TKI Ilegal

Ini baru sebulan lebih sudah ada 17 TKI yang meninggal. Mereka yang meninggal itu TKI ilegal

BP3TKI Kupang Tegaskan Masyarakat NTT Berhenti Jadi TKI Ilegal
POS KUPANG.COM/LAU MARKUS GOTI
Beginilah kondisi ruangan Pos Satgasnaker Bandara El Tari. Petugas sedang meminta keterangan kepada calon TKI Ilegal. 

BP3TKI Tegaskan Masyarakat NTT Berhenti Jadi TKI Ilegal

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, Siwa menegaskan agar masyarakat NTT berhenti menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Hal tersebut dikatakan Siwa, menanggapi meningkatnya jumlah TKI yang meninggal di luar negeri, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (11/2/2019) via WhatsApp

"Ini baru sebulan lebih sudah ada 17 TKI yang meninggal. Mereka yang meninggal itu TKI ilegal," ungkap Siwa.

BK-Diklat Nagekeo Sedang Mengusul Penepatan NIP PNS

Satgas Bersama Masyarakat Kerja Bakti Urus Sarana Air Bersih di Desa Silawan-Belu

Siwa mengatakan, kalau bekerja sebagai TKI ilegal resikonya besar, karena sulit mendapatkan perlindungan. "Kalau berangkatnya secara prosedural, kita bisa awasi, karena kita punya data dan terjadi apa-apa, kita tahu," tegasnya.

Ia berharap, agar masyarakat NTT lebih sadar dan mematuhi prosedur berangkat menjadi TKI.

Siwa mengatakan, pihaknya tentu akan melayani jika ada masyarakat yang mau menjadi TKI, asalkan sesuai dengan prosedur dan ketentuan.

Lanjutnya, terakhir NTT menerima jenazah TKI, Sabtu (10/2/2019) malam. Jenazah atas nama Dominggus Billi (38) asal Kabupaten Sumba Barat Daya.

Jenazah Dominggus sudah diberangkatkan ke Kampung halamannya, Desa Waiholo, Kec. Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya, pagi tadi Senin (11/2/2019).

Sebelum diberangkatkan Jenazah Dominggus disemayamkan di Rumah Sakit Johannes Kupang selama dua malam.

Kasus Dana Hibah ke KONI, KPK Panggil Tiga Pejabat Kemenpora, Deputi IV Kemenpora Tersangka

Yayasan Pendidikan Katolik Arios Nenuk Buka SMA di Kupang, Apa Keunggulannya?

Siwa mengatakan, berdasarkan surat Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kuching, Dominggus meninggal secara tiba-tiba di perumahan pekerja Marrong Estate 2, Danum Sinar Sdn. Bhd. Balaga. Dominggus diketahui tenaga kerja ilegal yang bekerja pada perusahaan tersebut.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved