Trump Pilih Hanoi Jadi Tempat Pertemuan Kedua dengan Kim Jong Un

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Pilih Hanoi Jadi Tempat Pertemuan Kedua dengan Kim Jong Un

Trump Pilih Hanoi Jadi Tempat Pertemuan Kedua dengan Kim Jong Un
KOMPAS.com/AFP / SAUL LOEB
Presiden AS Donald Trump (kanan) saat bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, 12 Juni 2018 lalu. 

POS-KUPANG.COM | WASHINGTON DC - Pada pidato kenegaraan tahunan atau State of Union pada 5 Februari lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan rencana perjumpaan keduanya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Pria berusia 72 tahun itu menyebut Vietnam menjadi negara yang akan menggelar kencan dua hari mereka pada 27-28 Februari 2019.

Melansir dari NBC News, Sabtu (9/2/2019), Trump telah mengonfirmasi lebih rinci tentang lokasi pertemuannya dengan Kim, yaitu di ibu kota Vietnam, Hanoi.

Bentrok dengan Polisi di Paris, 4 Jari Tangan Demonstran Rompi Kuning Ini Putus, Ini Penyebabnya

"Perwakilan saya baru saja meninggalkan Korea Utara setelah pertemuan yang sangat produktif dan disepakati waktu dan tanggal untuk KTT kedua dengan Kim Jong Un," kicaunya di Twitter.

"Pertemuan akan digelar di Hanoi, Vietnam, pada 27-28 Februari. Saya berharap berjumpa Ketua Kim dan memajukan tujuan perdamaian," imbuhnya.

Meghan Markle Curahkan Isi Hati Kepada Sang Ayah Melalui Surat, Begini Isinya

Seperti diketahui, pada pertemuan pertama tahun lalu di Singapura, Trump dan Kim menyepakati langkah menuju denuklirisasi Korea Utara secara penuh dan terverifikasi.

Namun, hanya ada sedikit kemajuan konkret pada rencana denuklirisasi. Laporan dari pejabat AS menunjukkan, Pyongyang terus mengembangkan rudal balistik di lokasi yang tidak diumumkan.

Sekali lagi, Trump justru memuji Kim melalu kicauan di Twitter. Dia juga berjanji akan membantu mendorong Korea Utara menjadi negara dengan kekuatan ekonomi yang hebat.

"Korea Utara, di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, akan menjadi kekuatan ekonomi yang hebat," kicaunya.

"Dia mungkin mengejutkan beberapa orang, tapi dia tidak akan mengejutkan saya karena saya telah mengenalnya dan memehami betapa cakapnya dia," lanjutnya.

"Korea Utara akan menjadi sejenis Roket yang berbeda, yang berekonomi," imbuhnya.

Sementara itu, Utusan Khusus AS untuk Korea Utara Stephen Biegun memang telah mengunjungi Pyongyang selama tiga hari untuk mempersiapkan KTT kedua antara kedua negara.

Biegun dan perwakilan Korut, Kim Hyok Chol, sepakat untuk bertemu lagi menjelang pertemuan akhir bulan ini.

Biegun juga menyempatkan diri berusa dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatang Kang Kyung Wha pada Sabtu untuk memberi penjelasan singkat tentang perkembangan terkini terkait Korut. "Diskusi kami produktif," katanya, usai bertemu Kang.

"Presiden sangat menantikan pengambilan langkah selanjutnya. Ada kerja keras yang harus dilakukan dengan Korut sekarang dan kemudian," tuturnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved