Kenakan Pakaian yang Tunjukkan Belahan Payudara, Politisi Brasil Dapat Ancaman Pemerkosaan

Kenakan Pakaian yang Tunjukkan Belahan Payudara, Politisi Brasil Dapat Ancaman Pemerkosaan

Kenakan Pakaian yang Tunjukkan Belahan Payudara, Politisi Brasil Dapat Ancaman Pemerkosaan
KOMPAS.com/Facebook via Daily Mirror
Ana Paula da Silva, anggota parlemen Brasil yang baru dilantik pada 1 Februari lalu. Dia menjadi perbincangan setelah mengenakan pakaian yang menunjukkan belahan payudara. 

Kenakan Pakaian yang Tunjukkan Belahan Payudara, Politisi Brasil Dapat Ancaman Pemerkosaan

POS-KUPANG.COM | BRASILIA - Seorang perempuan Politisi Brasil menjadi sorotan setelah mengikuti upacara pelantikan anggota parlemen. Ana Paula da Silva, anggota parlemen dari Negara Bagian Santa Catarina, tampil dengan mengenakan pakaian berwarna merah.

Diwartakan Daily Mirror Sabtu (9/2/2019), politisi yang terpilih dengan meraup 50.000 suara itu berpakaian dengan menunjukkan belahan payudara.

"Payudara Perselisihan" demikian judul headline dari kolumnis Mariliz Pereira Jorge dari harian Folha de S Paulo, dilansir New York Post.

Trump Pilih Hanoi Jadi Tempat Pertemuan Kedua dengan Kim Jong Un

Negara terbesar di Amerika Latin itu sejak lama berkutat dengan kekerasan berbasis jender, dan dominasi pria di ranah publik, khususnya politik.

Penampilan Ana menjadi perbincangan. Ada yang mengagumi perempuan berusia 43 tahun itu karena berhasil menembus parlemen yang dikuasai pria. Namun, ada juga yang memberikan komentar negatif, bahkan melontarkan ancaman bakal memerkosa mantan Wali Kota Bombinhas tersebut.

Bentrok dengan Polisi di Paris, 4 Jari Tangan Demonstran Rompi Kuning Ini Putus, Ini Penyebabnya

Kepada Associated Press, Ana mengatakan, tanggapan yang dia peroleh merupakan dampak dari minimnya partisipasi perempuan dalam politik. Dia mengaku sudah berbelanja untuk keperluan pelantikan dan setelah mencoba berbagai macam baju, dia merasa pakaian merah itu cocok dengan dirinya.

"Ini adalah gaya saya," ujar ibu dua anak tersebut. Dia mengakui ancaman pemerkosaan itu membuatnya sangat menderita. Namun, Ana menegaskan ancaman itu tidak akan mengubah jati dirinya. Dia mengungkapkan ingin bahagia dengan cara yang ditempuhnya sendiri. Ana mengatakan tidak akan terganggu oleh penghinaan tersebut, dan menyatakan saat ini fokusnya adalah menangani berbagai isu yang dihadapi Brasil.

Politisi yang akrab disapa Paulinha itu juga mengungkapkan bakal menuntut siapa saja yang sudah melontarkan hinaan seperti itu.

"Saat ini, kami mempunyai banyak isu yang lebih penting dan harus segera dibahas di dalam parlemen," ujarnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved