Berkas Korupsi Tobotani dengan Tersangka Abdullah Burhan Diserahkan ke Kejaksaan

Berkas perkara kasus korupsi pembangunan gedung posyandu di Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, NTT, telah diserahkan ke Kejaksaan

Berkas Korupsi Tobotani dengan Tersangka Abdullah Burhan Diserahkan ke Kejaksaan
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
PERIKSA BERKAS PERKARA -- Jaksa Joko Firmansyah, S.H (kiri) saat memeriksa berkas perkara kasus korupsi di Tobotani, Jumat (8/2/2019) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Berkas perkara kasus korupsi pembangunan gedung posyandu di Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, NTT, telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata, Jumat (8/2/2019).

Dalam berkas itu, oknum yang diduga telah menyelewengkan uang negara, adalah oknum Kepala Desa (Kades) Tobotani, Abdullah Burhan. Ada kemungkinan, penyidik tipikor juga menjerat beberapa oknum lain, yang diduga terkait erat dengan pelaksanaan proyek tersebut.

"Berkas kasus dugaan korupsi di Desa Tobotani itu sudah diserahkan tahap
pertama ke kejaksaan. Saat ini polisi masih menunggu pemeriksaan kelengkapan berkas tersebut," ujar KBO Kasat Reskrim Polres Lembata, Ipda I Nengah Soekanata, Minggu (10/2/2019).

Pisces dan 3 Zodiak Ini Paling Setia dan Tak Mudah Menyatakan Putus Pada Pasangannya

Bukit Cinta Penfui Semakin Ramai Pengunjungnya, Ini Dia Lokasinya

Jika hasil pemeriksaan tersebut, lanjut dia, jaksa memberi petunjuk untuk melengkapi berkas perkara tersebut, maka penyidik tipikor akan melengkapi berkas tersebut sesuai petunjuk yang diberikan. "Jadi, polisi menunggu hasil pemeriksaan berkas itu," ujarnya.

Untuk diketahui, oknum Kades Tobotani, Abdullah Burhan ditangkap polisi karena diduga terlibat kasus dugaan penyalahgunaan keuangan negara, dalam proyek pembangunan gedung pos pelayanan terpadu (posyandu) di desa itu tahun 2017 lalu.

Dana yang dialokasikan untuk membangun gedung itu sekitar Rp 200 juta. Namun dalam kenyataannya, dana yang dihabiskan untuk pembangunan gedung itu hanya Rp 50 juta lebih. Berdasarkan hasil pemeriksaan kerugian negara, dana yang diduga diselewengkan mencapai Rp 143 juta lebih.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com di Lewoleba, menyebutkan, dalam kasus tersebut, oknum pelaku diduga lebih dari satu orang. Saat ini polisi telah menahan dan menetapkan oknum Kades Tobotani, Abdullah Burhan sebagai tersangka atas kasus tersebut.

Besar kemungkinan penyidik tipikor akan memanggil pihak lain, yakni oknum pelaksana proyek pembangunan gedung tersebut dan oknum pengawas. Sebab dua oknum tersebut diduga turut terlibat dalam kasus dugaan penyelewengan dana senilai Rp 143 juta lebih tersebut.

Namun kepastian akan hal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan berkas perkara oleh jaksa Kejaksaan Negeri Lembata. Jika jaksa memberi petunjuk untuk memanggil dan memeriksa kedua oknum tersebut, maka penyidik tipikor akan melaksanakan petunjuk tersebut. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved