Sedimentasi Bendungan Penyebab 80 Hektar Sawah di Maurole Tidak Diari

Sebelumnya ketika air dari bendungan lancar warga bisa mengolah sawah memenfaatkan air bendungan namun kini warga sudah sulit melakukannya

Sedimentasi  Bendungan Penyebab 80 Hektar Sawah di Maurole Tidak Diari
Pos Kupang.com/Romualdus Pius
Lenon Fransiskus, Camat Maurole, Ende 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Menyusul terjadinya sedimentasi pada Bendungan Lowolego 2 di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende membuat 80 hektar sawah yang ada di daerah itu sekitar kompleks kantor Camat Maurole gagal diairi yang menyebabkan sawah-sawah tersebut jarang diolah karena ketiadaan air.

Sawah tersebut baru bisa diolah ketika terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi.
Camat Maurole, Lenon Fransiskus mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Jumat (8/2/2019) di Ende.

Camat Lenon mengatakan bahwa sedimentasi pada Bendungan Lowolego telah terjadi sejak lama sebelum dirinya menjabat sebagai Camat Maurole.

Dan akibatanya sawah yang sebelumnya diolah memenfaatkan air dari bendungan kini tidak bisa diolah lagi karena ketiadaan air yang bersumber dari bendungan.

Kasatker PJN 3 NTT Ory Papote, Pernah jadi Sopir Bemo Tapi Pensiun Posisi Kasatker

“Sebelumnya ketika air dari bendungan lancar warga bisa mengolah sawah memenfaatkan air bendungan namun kini warga sudah sulit melakukannya kalaupun ada yang mengolah menunggu hujan memenfatkan air hujan sehingga terkesan seperti sawah tadah hujan,”kata Lenon.

Lenon mengatakan, saat ini memang warga sedang mengolah sawah menyusul tingginya curah hujan yang ada sehingga praktis ketersediaan air untuk mengolah sawah mencukupi.

Hasil Musrenbang Desa Siru di Manggarai Barat, Masalah Jalan dan Jembatan hingga Ternak

“Warga berharap agar bendungan kembali normal sehingga mereka bisa mengolah sawah lebih maksimal dibandingkan saat ini harus menunggu hujan karena kalau memenfaatkan air bendungan warga bisa mengolah sawah hingga 2 kali setahun bahkan hingga 3 kali namun saat ini karena mengandalkan hujan maka warga hanya 1 kali saja mengolah sawah dalam satu tahun,”kata Lenon.

Terkait dengan sedimentasi yang ada di bendungan ujar Camat Lenon pihaknya telah melaporkan ke Dinas PU Kabupaten Ende agar segera dikeruk.

Bahkan menurut Camat Lenon persoalan yang terjadi dengan Bendungan Lowolego 2 tidak saja sedimentasi namun kedua sisi bendungan juga telah mengalami kerusakan sehingga dirasa perlu dilakukan perbaikan agar air kembali lancar untuk mengairi sawah warga. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved