Di Amarasi Barat, Jalan Ikan Foti Terancam Putus, 8 Desa dan Kelurahan Bisa Terisolasi

Ruas jalan Ikan Foti di Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang terancam putus. Pasalnya, tembok penahan jalan yang baru selesai dikerjakan Januari

Di Amarasi Barat, Jalan Ikan Foti Terancam Putus, 8 Desa dan Kelurahan Bisa Terisolasi
istimewa
alan Ikan Foti di Amarasi Barat yang terancam putus 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI---Ruas jalan Ikan Foti di Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang terancam putus. Pasalnya, tembok penahan jalan yang baru selesai dikerjakan Januari 2019 bergeser karena terkikis erosi akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut belakangan ini.

Jika jalur ini putus maka 7 desa dan 1 kelurahan bakal terisolasi.
Camat Amarasi Barat, Seprianus Tinenti, menyampaikan hal ini kepada POS KUPANG.COM, Jumat (8/2/2019).

Seprianus mengatakan, jalur jalan Ikan Foti ini memang setiap tahun mengalami persoalan longsor.

Kondisi ini kemudian oleh pemerintah NTT melakukan pembangunan tembok penahan jalan, namun kondisinya kini bergeser akibat resapan air hujan. Untuk tidak sampai runtuh total maka dirinya sudah berkoordinasi dengan Polsek Nekamese untuk memasang tanda larangan agar truk tidak melintas.

"Jalan Ikan Foti itu memang sekarang kondisinya terancam putus total. Ini karena tembok penahan bergeser. Jika ini tidak ditangani permanen maka 7 desa dan 1 kelurahan akan terisolasi.

Tembok penahan itu baru selesai dikerjakan Januari 2019 tapi karena hujan turun tanpa henti belakangan makanya terancam putus," katanya.

Informasi yang diperoleh POS KUPANG.COM dari Paul, warga Amarasi Barat bahwa terancam putusnya jalan ini  berawal dari putusnya tembok penahan yang juga dikerjakan tahun 2018.

Selain itu, urukan tanah yang digunakan untuk pemadatan tidak padat secara menyeluruh sehingga disaat hujan yang mengguyur NTT selama dua pekan terakhir mengakibatkan urukan tanah ini bergeser.

Putusnya tembok penahan ini terjadi beberapa bulan yang lalu tapi tidak ada perhatian dari Dinas PUPR Provinsi NTT. Longsoran ini sudah mendekati cor jalan yang baru selesai dikerjakan.

Bahkan, tanah yang berada dibawah cor juga ikut tergeser, sehingga pengguna jalan yang melintasi ruas ini terutama pada malam hari dan kendaraan berat ketika melintas sangat berhati-hati. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved