Lantik Tiga Kades di Rendu Selatan, Ini Pesan Bupati Nagekeo

melantik tiga Kepala Desa di Kecamatan Aesesa Selatan yaitu Kepala Desa Tenga Tiba, Servasius Ame, Kades Rendu Wawo, Theodorus Aru dan Kades Rendu But

Lantik Tiga Kades di Rendu Selatan, Ini Pesan Bupati Nagekeo
Pos Kupang.com/Gordi Donafan
Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do saat melantik tiga kades di Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do, melantik tiga Kepala Desa di Kecamatan Aesesa Selatan yaitu Kepala Desa Tenga Tiba, Servasius Ame, Kades Rendu Wawo, Theodorus Aru dan Kades Rendu Butowe, Yeremias Lele, Rabu (6/2/2019).

Dalam sambutan Bupati Don, merinci keadaan keluarga dari masing-masing desa yang dilantik yakni, Desa Tenga Tiba, Rumah Tangga miskin, 228 kk, Rumah tidak layak huni 187 unit, Rumah yang belum memiliki jamban : 7 unit, keluarga yang belum memiliki rumah : 7 kk. Total dana yang harus dikelola Rp 1.872.289.000.-

Ia juga menyebutkan BumDes Tenga Tiba belum ada dan Bupati Don mengimbau agar kades Servas bisa belajar di Desa Raja.

Desa Rendu Wawo, Rumah Tangga miskin : 100 kk, Rumah tidak layak huni:53 unit, untuk Jamban Bupati Don memberikan apresiasi karena 100 % memiliki jamban.

Desa Rendu Butowe:Rumah Tangga miskin : 148 kk, Rumah tidak layak huni: 50 unit.

Bupati Don terus mengajak kepada tiga kades yang dilantik, untuk sama-sama bekerja.

Penyidik Tipikor Datangi Gedung Dewan,  Catat Ulang Item Sound System

Bupati Don menegaskan para Kades harus memahami komoditi unggulan supaya dapat dikembangkan melalui BumDes, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepada orang muda ketiga ini, Bupati Don mengajak untuk terlibat aktif dalam mengembangkan, Peternakan, Perkebunan, Pertanian dan Perikanan, untuk memperoleh modal usaha, jangan takut utang.

"Untuk ternak hal ini menjadi perhatian utama Kita akan buat isolasi ternak, ikat di belakang rumah ada fungsi ganda, air kencing bisa digunakan untuk pupuk organik cair, insectisida organik dan kotorannya bisa diolah menjadi bokasi," papar Bupati Don.

Bupati Don menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Kepala Desa pendahulu dengan penuh kesulitan di masa itu dapat mengabdikan diri serta seluruh keluarganya dengan cara masing-masing dapat membawa perubahan seperti yang alami saat ini. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved