Kapolsek Miotim Benarkan Ada Kasus Pria Beristri Gantung Diri di Pohon Asam

Kapolsek Miomaffo Timur (Miotim), Ipda Gustaf Ndun membenarkan kejadian penemuan mayat tergantung di pohon asam di Desa Benus, Kecamatan Naibenu,

Kapolsek Miotim Benarkan Ada Kasus Pria Beristri Gantung Diri di Pohon Asam
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
jenazah korban gantung diri di Kabupaten Timor Tengah Utara dibawa keluarga 

Kapolsek Miotim Benarkan Ada Kasus Pria Beristri Gantung Diri di Pohon Asam

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Kapolsek Miomaffo Timur (Miotim), Ipda. Gustaf Ndun membenarkan kejadian penemuan mayat yang tergantung di pohon asam di Desa Benus, Kecamatan Naibenu, Kabupaten TTU.

Gustaf mengatakan, informasi mengenai adanya penemuan mayat yang tergantung di pohon asam tersebut diperoleh dari Kapospol Manamas.

"Benar ada penemuan mayat yang tergantung di pohon asam. Kami juga dapat informasi dari Kapospol Manamas," kata Gustaf kepada Pos Kupang melalui telepon, Kamis (7/2/2019) siang.

Atas informasi dari masyarakat tersebut, jelas Gustaf, pihaknya langsung mendatangi lokasi penemuan mayat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah Diperiksa, Dokter Temukan Ini Pada Tubuh Pria Beristri yang Gantung Diri di TTU

Gara-gara Ketahuan Selingkuh dengan Istri Orang, Pria di Kefamenanu Gantung Diri dengan Tali Jemuran

"Setelah sampai di TKP kita langsung oleh TKP dan melakukan pulbaket dan menanyakan peristiwa tersebut kepada istrinya,"  kata Gustaf.

Dari hasil oleh TKP, tambah Gustaf, pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban.

"Kita tidak menemukan adanya keganjilan. Kita langsung lakukan efakuasi ke rumah korban," ungkapnya.

Gustaf menjelaskan, setelah mengevakuasi korban, dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Manamas. Hasil pemeriksaan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

BREAKING NEWS: Pria Beristri di TTU Tewas Gantung Diri di Pohon Asam

"Akan tetapi, penis korban mengeluarkan air mani, anus korban mengeluarkan veses dan telingga kanan korban mengeluarkan darah," ungkapnya.

Ditambahkan Gustaf, keluarga korban tidak ingin pihak kepolisian melakukan otopsi terhadap jenazah korban, sehingga dilakukan tanda tangan surat pernyataan penolakan oleh keluarga.

"Karena tidak mau dilakukan otopsi, maka kami minta supaya pihak keluarga bisa menandatangani surat pernyataan penolakan," jelasnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved