Warga Binaan Rutan Bajawa Asal Kabupaten Nagekeo Belum Miliki E-KTP

Waduh, Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Bajawa asal Kabupaten Nagekeo terancam kehilangan hak pilih pada Pemilu 2019.

Warga Binaan Rutan Bajawa Asal  Kabupaten Nagekeo Belum Miliki E-KTP
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Kepala Rutan Kelas II Bajawa 

Warga Binaan Rutan Bajawa Asal  Kabupaten Nagekeo Belum Miliki E-KTP 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA- Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Bajawa asal Kabupaten Nagekeo  terancam kehilangan hak pilih pada Pemilu 2019. Gara-gara belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Karena itu, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bajawa, Mustawan meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nageke segera melakukan perekaman warga binaan yang telah memiliki hak pilih di rutan tersebut. 

Mustawan yang ditemui di Rutan Kelas II Bajawa, Rabu (6/2/2019), mengatakan,  menyongsong Pemilu 17 April 2019 warga Binaan di Rumah Tahanan Bajawa banyak yang mempunyai hak pilih namun warga binaan asal Kabupaten Nagekeo banyak belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

Menurut Mustawan, Rumah Tahanan Kelas II B Bajawa meliputi wilayah kerja Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo sehingga penghuni Rutan Kelas II Bajawa sebagian besar warga dari kedua daerah tersebut.

Ia mengatakan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada sudah melaksanakan perekaman E- KTP dan sebanyak 18 warga binaan asal Kabupaten Ngada sudah dilakukan perekaman. Dengan demikian jelas pula status kependudukan mereka walau hidup dalan Rutan.

Dikatakan Mustawan, saat ini di Rumah Tahanan Kelas II B Bajawa menampung 124 Warga Binaan yang terdiri dari 13 tahanan Kejaksaan Negeri Bajawa yang belum mendapatkan putusan dan sisanya merupakan Narapidana.
Dari warga binaan tersebut 3 diantaranya Tahanan Wanita dan 4 orang tahanan terkait  kasus Narkoba.

Mustawan mengungkapkan, pihaknya belum menemukan persoalan berarti dalam membina warga binaan karena jumlah maksimal yang dapat ditampung di rutan tersebut 150 orang.

Lebih lanjut Mustawan mengatakan, khusus warga binaan karena terlibat Pidana Khusus dan Narkoba diberi perhatian khusus. Tahanan Narkoba misalnya, kata Mustawan, setelah ada putusan dari Pengadilan Negeri Bajawa akan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan di Ende. (*)

" Kita harus pindahkan mereka nanti karena jangan sampai ditularkan ke warga binaan lain. Mereka bisa gunakan segala cara dan harus diputuskan mata rantai  peredaran barang haram tersebut, " tegas Mustaswan.

Ia mengatakan, saat ini Rumah Tahanan Kelas II B Bajawa mengiginkan keluarga warga binaan untuk berkunjung setiap hari kecuali hari Sabtu dan hari libur, pagi  pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.30 Wita dan setelah istirahat dilanjutkan pada pukul 12.30 Wita hingga jam 14.00 Wita.

"Sesuai aturan warga binaan memang tidak bisa berkeliaran di luar apalagi untuk kegiatan pribadi atau tidur di luar penjara," demikian Mustawan. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved