Tiga Bulan Menipis, Walde Bersyukur Stok Minyak Tanah Sudah Ada Kembali

Tiga Bulan Menipis, Walde Bersyukur Stok Minyak Tanah di Kota Mbay Sudah Ada Kembali

Tiga Bulan Menipis, Walde Bersyukur Stok Minyak Tanah Sudah Ada Kembali
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Salah satu kios Bahtera Mandiri agen minyak tanah milik Waldetrus Mala Bhuda di Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/2/2019). 

Tiga Bulan Menipis, Walde Bersyukur Stok Minyak Tanah di Kota Mbay Sudah Ada Kembali

POS-KUPANG.COM | MBAY - Agen Minyak Tanah Bahtera Mandiri di Kota Mbay, Waldetrudis Mala Bhuda, mengaku stok Minyak Tanah di Mbay saat ini sudah ada.

Walde mengatakan masyarakat pengguna minyak tanah sudah bisa datang di beberapa agen di seputaran Kota Mbay.

Walde mengaku stoknya sudah agak banyak namun hampir semua agen mendapatkan masing-masing 200 liter.

Tersangka Penadah Barang Curian Motor Honda Supra Fit Diringkus Polisi

"Minyak tanah sudah ada. Kemarin tangki sudah masuk dan stok sudah ada kembali," ujar Walde, kepada POS-KUPANG.COM, di Mbay, Rabu (6/2/2019).

Walde mengaku ia mendapatkan 200 liter dan hampir semua agen atau pengecer hanya bisa mendapatkan 200 liter karena sudah menjadi kebiasaan selama ini.

Meski Ditolak Keluarga, Polisi Tetap Lakukan Autopsi Jenazah Jony Frid

Ia mengaku kurang lebih tiga bulan sejak Desember 2018 stok minyak tanah menipis. Warga banyak mengeluh soal kelangkaan saat itu.

Selama ini jika ada agen yang memiliki stop lebih pasti bisa dilayani tapi kalau stoknya sudah menipis maka tidak dilayani jika warga ada yang membeli bawah jerigen berukuran besar.

"Mereka bilang waktu itu pengaruh kapal macet. Ada yang minggu itu ambil dari Maumere," ujarnya.

Ia mengaku dirinya saat terjadi kelangkaan, jual seperti biasa yaitu per liter 6.000 rupiah. Ada pengecer yang jual 10.000 per liter.

"Saya kasihan anak-anak kos. Anak sekolah. Ada yang jual 10.000 ribu. Kalau kami jual biasa 6.000 per liter. Kalau yang pakai jerigen besar tidak dilayani. Saya dapat satu drum saja. Biasanya 200 liter. Makanya banyak yang lari kesini untuk beli," ujarnya.

Ia mengaku bersyukur karena minyak tanah sudah lancar kembali dan warga pengguna minyak tanah sudah sangat senang.

"Kamu bersyukur ada stok lagi. Kalau tidak permintaan tinggi, apalagi menjelang Natal dan tahun baru waktu itu. Sekarang sudah aman," paparnya.

Sebelumnya, sejak awal Desember 2018 hingga akhir Januari stok minyak tanah menipis. Sehingga warga yang menggunakan bahan bakar terpaksa harus mengurangi dan melakukan penghematan selama kelangkaan berlangsung. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved