Sudah 6 Kali Berhubungan Badan tapi Janji Melamar Tak Ditepati, Pemuda Ini Dilapor ke Polisi

Sudah 6 Kali Berhubungan Badan tapi Janji Melamar Tak Ditepati, Pemuda Ini Dilapor ke Polisi

Sudah 6 Kali Berhubungan Badan tapi Janji Melamar Tak Ditepati, Pemuda Ini Dilapor ke Polisi
KOMPAS.com/thawornnurak
Ilustrasi penahanan 

Sudah 6 Kali Berhubungan Badan tapi Janji Melamar Tak Ditepati, Pemuda Ini Dilapor ke Polisi

POS-KUPANG.COM | PALOPO - Kepolisian Polsek Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (05/02/2019) sore mengamankan seorang pemuda berinisial HA (27) warga Kota Makassar atas dugaan melakukan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur berinisial IK (17), warga Kota Palopo.

Kanit Reskrim Polsek Wara, Ipda Andi Akbar mengatakan keduanya berkenalan lewat media sosial sekitar bulan Januari 2019.

Dalam komunikasi keduanya di media sosial, pelaku berusaha agar korban melayani nafsunya dengan tipu muslihat dan mengiming-imingi korban akan segera menikahinya.

Ahmad Dhani Dipindahkan dari LP Cipinang ke Rutan Medaeng di Sidoarjo, Jawa Timur

Setelah enam kali pelaku melakukan persetubuhan dengan korban, pelaku menjanjikan korban untuk dilamar.

"Akan tetapi pelaku tidak menepati janjinya kepada korban dengan alasan uang pelaku yang akan digunakan melamar tersebut hilang, selain itu dalam keterangannya bahwa pelaku melakukan pemaksaan terhadap diri korban agar melayani pelaku" kata Andi Akbar, Selasa.

Inisiator Pengeroyokan Anggota OKP Sampai Tewas Masih Buron, Polisi Baru Amankan 4 Pelaku

Atas kejadian tersebut korban bersama orangtuanya melapor di Polsek Wara karena pelaku tidak dapat memenuhi janji. Polisi pun kemudian turun untuk melakukan penangkapan.

"Saat dilakukan penangkapan di kediamannya, pelaku sempat melarikan diri namun berhasil digagalkan," ucap Andi Akbar.

Kepada penyidik, pelaku mengakui telah menyetubuhi korban beberapa kali dan berjanji akan melamarnya namun tidak jadi dengan alasan keuangan.

"Saya janji akan segera melamar tapi ibunya minta Rp 30 juta, saya tidak punya uang sebanyak itu, saya minta Rp 15 juta tapi keluarganya tidak mau," ujar HA.

Sementara korban mengatakan bahwa pelaku akan segera melamar pada Selasa (05/02/2019) siang. Tapi lantaran tak kunjung datang dan tidak bertanggung jawab, ia memutuskan untuk melapor ke kantor polisi.

"Memang kami berkenalan lewat media sosial Facebook sejak 25 Januari 2019 dan melakukan perbuatan itu dengan janji ingin dinikahi tapi saya ditipu," jelas IK saat dimintai keterangan polisi, didampingi ibunya.

Atas perbuatannya pelaku terancam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved