Minggu, 26 April 2026

Renungan Harian

Renungan Kristen Protestan: Nikmatilah Hidupmu

Bukan hanya kita yang butuh istirahat. Yesus dan para muridnya juga butuh istirahat sebagaimana dikisahkan dalam Markus 6:30-44.

Editor: Ferry Jahang
Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA
Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA 

Tanggal 6 Februari 2019

Oleh: Pdt. DR Mesakh A.P. Dethan, MTh, MA

Nikmatilah hidupmu, bekerja penting tapi jauh lebih penting janganlah lupa untuk beristirahat dan rekreasi

SEMUA orang entah besar atau kecil, kaya atau miskin, pasti membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Ada yang istirahat makan (di tempat kerja, di rumah makan, dll). Istirahat untuk rekreasi, di rumah, di pantai, di gunung, dan di tempat-tempat lain.

Kalau orang kaya tidak hanya beristirahat di rumah, tetapi mereka bisa pergi ke luar negeri, menginap di hotel-hotel mewah dan menikmati makanan-makanan terbaik, etc.

Kalau gaya orang miskin beristirahat lain lagi. Yang penting ada tempat, dia sudah nyenyak . Atau sekadar baring-baring dan bermalas-malasan di pantai.

Ternyata bukan hanya kita yang butuh istirahat. Yesus dan para muridnya juga butuh istirahat sebagaimana dikisahkan dalam Markus 6:30-44.

Dalam teks ini Yesus menekankan betapai pentingnya istirahat. Yesus mengajak murid-murid untuk istirahat. Ia memahami bahwa murid-murid butuh istirahat. (bndk. Lukas 4).

Yesus juga menikmati waktu istirahatNya, di tengah badai sekalipun.

Dalam kisah angin ribut diredakan, Yesus benar-benar lagi istirahat dan benar-benar menikmati waktu tidur.

Akan tetapi yang menarik dari kisah yang tadi kita baca bersama: banyak orang mengikuti Yesus dan mereka akhirnya tidak bisa beristirahat karena orang banyak itu sudah lapar karena hari sudah mulai malam (mungkin sekitar jam 5-6).

Ayat 35. Dan Yesus menyuruh mereka memberi makan (ayat 37: Kamu harus memberi mereka makan).

Jadi teks ini menggaris bawahi, bahkan Tuhan pun butuh istirahat. Mesti ada keseimbangan antara kerja dan istirahat. Waktu untuk kerja dipakai sungguh-sungguh untuk kerja. Tapi ada juga waktu untuk istirahat.

Banyak orang kurang memperhatikan keseimbangan ini. Kerja, kerja dan tidak ada waktu istirahat, sehingga Rumah Sakitlah yang terpaksa memanggil mereka untuk istirahat.

Mungkin kadang kita mesti belajar dari ethos hidup dan kerja orang Barat. Orang Barat kerja habis-habisan, kemudian libur untuk menikmati istirahatnya.

Kalau kita santai dan istrahat melulu dan lupa kerja. Banyak kali Pol PP menangkap PNS atau pelajar karena jam sekolah atau jam kantor ada di pasar, dan mall.

Allah bekerja, tetapi juga beristirahat. Hari bekerja lebih banyak dari hari untuk istirahat. Allah sendiri beristirahat pada hari ke 7.

Karena itu kalau kita memahami pola kerja Allah, maka hari minggu adalah hari istirahat (KJ 21:2). Tapi tentu tidak semua waktu satu hari itu kita pakai untuk istirahat di rumah, tetapi juga istirahat dalam bentuk kebaktian.

Kita mesti memahami bahwa ketika datang gereja, kita sedang menikmati waktu istirahat kita. Dan sambil beristirahat dari pekerjaan dan segala kesibukan di rumah, kita diisi dengan Firman Tuhan.

Pergi ke gereja janganlah menjadi beban, tetapi sebuah sukacita karena kita menikmati waktu istirahat bersama saudara-saudara seiman dalam Tuhan.

Kita menikmati makanan rohani bagi jiwa kita. Kalau tiap hari kita beri makan untuk tubuh jasmani kita, maka hari minggu kita beristirahat untuk memberi makan jiwa kita.

Orang Kristen harus memiliki prinsip beristirahat perlu, tapi kalau dibutuhkan, kita dengan rela hati melayani.

Kalau Bank, kantor-kantor pemerintah swasta, Rumah Sakit, kalau sudah pasang papan, tutup atau off, berarti tidak bisa diganggu lagi.

Tapi orang Kristen dapat menikmati waktu istirahat sambil melayani orang lain. Contoh: banyak anak-anak sekolah/mahasiswa yang sedang liburan; waktu liburan dapat digunakan untuk membantu orang tua.

Marilahi kita pakai waktu yang Tuhan berikan bagi kita secara bertanggungjawab, untuk bekerja tapi juga untuk beristirahat. Tapi bekerja dengan sungguh-sungguh barulah menikmati waktu istirahat kita. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved