Bupati Nagekeo Minta Kades Gerodhere dan Solo Turunkan Angka Kemiskinan

Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do melantik Kepala Desa Gerodhere, Wilhelmus Wega dan Kepala Desa Solo, Ignasius Mema di Boawae

Bupati Nagekeo Minta Kades Gerodhere dan Solo  Turunkan Angka Kemiskinan
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Bupati Nagekeo (tengah)

Bupati Nagekeo Minta Kades Gerodhere dan Solo  Turunkan Angka Kemiskinan

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY- Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do  melantik Kepala Desa Gerodhere, Wilhelmus Wega dan Kepala Desa Solo, Ignasius Mema di Boawae, Senin (4/2/2019). Dalam pelantikan kedua kepala desa tersebut, Don meminta kedua kepala desa harus bisa membuat perubahan, khususnya menurunkan angka kemiskinan.

Bupati Don mengajak kepada kades Wilhelmus dan Ignasius untuk terus menghitung hari sejak dilantik untuk terus bekerja mengentaskan kemiskinan dan membawa masyarakat menuju perubahan yang nyata.

Bupati Don pada kesempatan itu menggambarkan kondisi umum dari kedua desa tersebut. Pertama,  Desa Gerodhere, ada 119  rumah tangga miskin,  53 rumah tidak layak huni,  45 rumah yang belum memiliki jamban  dan 35 kk keluarga yang belum memiliki rumah (masih tinggal di rumah mertuanya). Sementara total dana di tahun anggaran 2019 yang masuk ke desa itu mencapai Rp 1.876.962.000.-

Warga Binaan Rutan Bajawa Asal Kabupaten Nagekeo Belum Miliki E-KTP

Bupati Don Undang Pimpinan Bank dan Koperasi di Nagekeo, Ini yang Mereka Bahas

Sedangkan untuk Desa Solo, masih ada 56 rumah tangga miskni, 38 rumah tidak layak huni, 40 rumah yang belum memiliki jamban dengan total anggaran tahun 2019  Rp 1.245.673.000.-

Don berharap agar dengan kemajuan Teknologi, kades Wilhelmus dan Ignasius bersama masyarakat Gero dan solo dengan semboyan : Bani papa kapi, tego papa leu, kolo sa toko, tali sa tebu, dalam masa jabatan ini bisa membawa Gero dan solo menuju kepada perubahan.

Don menegaskan agar para kepala desa segera mendata warga masyarakat yang miskin, apa pekerjaan mereka, keadaan keluarga,keterampilan yang dimiliki, dan segera lapor kepada bupati.

"Dalam rangka pengendalian pasar, untuk memperoleh posisi tawar yang bagus bagi para penjual komoditi maka perlu dibangun "Resi Gudang". Sistem Resi Gedung ini dapat memperkuat daya tawar petani serta menciptakan efisiensi di dunia agrobisnis, dimana para petani bisa menunda penjualan komoditi setelah panen," demikian penegasan Bupati Don.

80 Siswa SMP Negeri 1 Aesesa Selatan di Nagekeo Ikut Simulasi UNBK

Dua Orang ASN di Nagekeo dalam Proses Pemecatan, Siapa Saja Mereka?

Dalam pelantikan kedua desa tersebut Bupati Don mengingatkan para kepala desa untik tidak bermain judi, Ia mengatakan, judi  merupakan penyakit sosial yang bisa dibasmikan dengan cara sosial yaitu mulai dari ibu-ibu dalam rumah tangga hingga seluruh warga masyarakat. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved