Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung, Siswi SD di Kupang Sering Terlihat Murung

Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung, Siswi SD di Kupang Sering Terlihat Murung

Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung, Siswi SD di Kupang Sering Terlihat Murung
Istimewa
Ilustrasi Pencabulan anak di bawah umur

Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung, Siswi SD di Kupang Sering Terlihat Murung

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Siswi SD kelas VI di salah satu sekolah dasar ( SD) di Kota Kupang, IJM (12) sering terlihat murung pasca pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya, JM (43)

Perbuatan bejat sang ayah terhadap bocah polos itu dilakukan di kamar kos yang ditinggali bersama anaknya di wilayah Kelurahan Oebufu Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Setelah kejadian tersebut terkuak, IJM (12) bahkan tidak ingin lagi bersekolah satu minggu lamanya karena mengalami trauma.

SBY Copot Ferrial Sofyan sebagai Wakil Ketua DPRD DKI, Ini Penjelasan Hinca Pandjaitan

"Iya, dia (korban) sampai satu minggu setelah bapaknya ditangkap polisi tidak mau masuk sekolah. Kami terus berikan dia dukungan sehingga dia mau masuk sekolah," ungkap keluarga dekat korban, FA (32)

Ia mengaku, setelah kejadian pihak keluarga ingin memindahkan korban ke sekolah yang lain akan tetapi masih mempertimbangkan ujian akhir sekolah dasar yang tidak lama lagi.

Dua Kelompok Terlibat Tawuran di Jalan, Polisi Masih Berjaga-jaga

"Katong (kami) mau kasih pindah kan dia juga sudah kelas 6 SD, tahun ini mau masuk SMP," katanya.

Ia mengaku, pihak keluarga sangat kaget ayah kandung korban, JM (43) tega mencabuli dan menyetubuhi anak kandungnya sendiri.

Ayah korban yang berprofesi sebagai tukang ojek di mata keluarga memiliki kepribadian yang baik akan tetapi sering mengonsumsi minuman keras (miras).

"Dia (pelaku) terlalu baik, tutur kata dengan orang sopan tapi dia kuat minum (miras)," paparnya.

Selain itu, dirinya sangat menyayangkan perbuatan bejat ayah korban yang begitu tega mencabuli anak kandungnya karena, lanjut dia, korban selama ini sejak bisa membantu orangtuanya telah menggantikan posisi sang ibu mengurus keperluan rumah tangga pasca ibunya merantau ke negeri Jiran.

"Yang bikin sakit hati dia (korban) anak yang rajin jam 3 pagi sudah bangun, sapu rumah, bangunkan adiknya siap ke sekolah, tarik air dan masak. Sejak kecil dia sudah dididik untuk bantu orangtua," jelasnya.

Terkait proses hukum yang berjalan, dia berharap persoalan tersebut segera diselesaikan oleh pihak kepolisian sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, beberapa tetangga yang ditemui POS-KUPANG.COM mengaku kaget dengan terkuaknya persoalan tersebut.

Para tetangga tidak menyangka bocah SD tersebut harus mengalami kejadian yang memilukan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved